saudara
Diterjemahkan otomatis

Merasa sedikit tersesat sebagai mualaf

As-salamu alaykum. Aku seorang mualaf yang tumbuh di rumah yang sebagian besar isinya perempuan-11 orang wanita, dan sedikit pria di sekitar yang jarang hadir. Jadi aku secara alami menyerap beberapa sifat yang mungkin terlihat agak feminin. Aku selalu merasa lebih nyaman di sekitar cewek dan wanita, dan itu berlanjut selama sekolah, jadi aku nggak pernah benar-benar punya kesempatan membangun persahabatan dengan cowok. Alhamdulillah, aku memeluk Islam beberapa tahun lalu, dan aku sudah punya banyak teman, banyak yang masih berteman sampai sekarang. Tapi karena didikanku, berteman dengan saudara-saudara (laki-laki) itu sulit. Rasanya canggung, dan aku nggak tertarik sama hal-hal kayak mobil atau sepak bola yang tampaknya disukai banyak dari mereka. Beberapa saudara (laki-laki) bilang aku harus berhenti berteman dengan saudari-saudari (perempuan) yang sudah kukenal bertahun-tahun. Beberapa dari mereka Muslim, dan beberapa bahkan jadi alasan aku masuk Islam. Aku merasa bimbang. Aku kesulitan berteman dengan cowok karena kami nggak nyambung, tapi katanya punya teman perempuan sebagai laki-laki itu nggak diperbolehkan. Aku juga ingin jujur: aku bagian dari komunitas queer dan mengidentifikasi diri sebagai biseksual. Aku tahu itu mungkin sulit diterima sebagian komunitas Muslim, tapi ini kenyataanku, dan aku nggak mau berpura-pura jadi orang lain cuma buat menyesuaikan diri. Aku mendapati bahwa beberapa saudara (laki-laki) nggak mau sekadar ngobrol santai dan dewasa denganku. Jadi aku buntu. Entah aku menjauhkan diri dari semua orang demi agamaku, yang rasanya berat banget, atau tetap begini sampai mungkin suatu hari aku menikahi saudari (perempuan) yang bisa jadi sahabat terdekatku. Ada saran? Jazakum Allahu khayran.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Wa alaykum salam. Bro, didikanmu ya begitulah. Kita semua punya ujian masing-masing. Fokus aja belajar agama, nanti juga ketemu teman-teman yang baik. Gak usah terlalu dipikirin soal cocok-cocokan.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Kejujuran itu berani, tapi ingat beberapa pergumulan itu sifatnya pribadi. Cari ilmu dan syekh yang baik buat diajak bicara. Kamu nggak sendirian, banyak mualaf yang menjalani hal ini.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Kamu bilang nggak suka hal-hal cowok yang biasa? Persaudaraan itu lebih dari sekadar itu, lho. Coba cari halaqah atau kegiatan sukarela, di sana kamu bakal ketemu teman-teman yang ngobrolin hal-hal lebih bermakna.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Jangan buru-buru memutus hubungan sama semua orang. Tetap jalin pertemanan dengan para akhwat itu, tapi sesuai rambu-rambu Islami. Sambil itu, perbanyak doa minta teman lelaki yang saleh. Allah tahu isi hatimu.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, gue ngerti banget perasaan lo. Gue juga mualaf dan sempat susah nyari tempat di budaya 'bro' itu. Akhirnya cuma deket sama beberapa temen baik yang gue kenal di masjid. Butuh waktu. Sabar aja sama diri sendiri.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar