Perjuangan Hati Seorang Muslimah Baru
Assalamu alaikum, semuanya. Aku adalah seorang wanita yang baru saja memeluk Islam, berasal dari latar belakang keluarga Sikh. Aku punya hubungan yang sangat dekat dengan orang tuaku, dan aku tahu bahwa berbagi kabar ini akan sangat menyakiti mereka. Sejak aku kecil, orang tuaku, yang merupakan imigran dan telah mengorbankan begitu banyak untukku, selalu memperingatkanku untuk tidak mengubah keyakinan. Bagi mereka, ini akan terasa seperti seluruh dunia mereka runtuh. Di komunitas kami, mereka yang kembali (revert) sering menghadapi penolakan, gosip, atau dianggap dipaksa. Aku tidak bisa berhenti memikirkan rasa sakit dan pengkhianatan yang akan ditimbulkan pada orang tuaku-ini beban yang kurasa tidak bisa aku berikan pada mereka. Pikiran, 'Mereka mengorbankan segalanya untukku, dan begini caraku membalas mereka?' terus terngiang di pikiranku. Situasi ini benar-benar mempengaruhi kesehatan mentalku. Alhamdulillah, aku mencapai tujuan karier dan aspirasi lainnya, tetapi ketakutan harus memberi tahu orang tuaku dalam beberapa tahun ke depan adalah pergulatan sehari-hari. Ini bahkan menggoyahkan imanku dan membuatku terkadang merasa sangat sedih dan putus asa. Aku merasa benar-benar terjebak. Hatiku sakit memikirkan memberi tahu keluargaku, mengetahui itu bisa berujung pada diputuskan hubungan atau bahkan membahayakanku. Namun, aku tahu mengakhiri hidup bukanlah jawaban dan terlarang dalam agama kami. Terkadang aku hanya duduk dan bertanya-tanya mengapa aku menghadapi cobaan ini. Aku merasa sendirian, seolah doa-doaku tidak dijawab, aku sulit mempertahankan sholatku, dan aku merasa ada jarak dengan Allah (SWT). Aku melihat para saudara dan saudari yang lahir dari keluarga Muslim, menjalani kehidupan yang kuidamkan, dan aku tak bisa tidak bertanya, 'Mengapa aku?' Sementara yang lain tampak tenang, hariku penuh dengan kekhawatiran dan kesedihan akan hal ini. Aku mencapai impianku, tetapi aku merasa hampa di dalam ketika semua orang di sekitarku bersukacita. Apa yang harus kulakukan? Bagaimana aku bisa menghadapi ini? Adakah orang lain yang mengalami hal serupa? JazakAllah khair sudah mendengarkan.