verified
Diterjemahkan otomatis

Krisis Sanad di Era AI: Informasi Melimpah, Otoritas Ilmu Terancam

Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Muchlis M. Hanafi, mengingatkan bahwa kemajuan kecerdasan buatan (AI) mengancam tradisi sanad keilmuan Islam yang menjadi fondasi peradaban. Dalam orasi ilmiah di Pondok Pesantren Al-Qur’aniyyah, Tangerang Selatan, ia menekankan bahwa AI tidak memiliki sanad, guru, atau tanggung jawab moral, sehingga tidak dapat menggantikan peran ulama dan tradisi talaqqi. Muchlis mengajak generasi muda menjadikan Al-Qur’an sebagai landasan ilmu dan moralitas, mencontoh semangat ulama terdahulu seperti Imam al-Bukhari yang rela menempuh perjalanan ribuan kilometer demi verifikasi hadis. Ia menegaskan, peradaban Islam lahir dari penghormatan terhadap ilmu, bukan dari kemudahan instan. Di era digital, pesantren dinilai tetap relevan sebagai institusi yang menjaga keseimbangan antara ilmu, karakter, dan spiritualitas. Muchlis berpesan agar generasi Qur’ani memadukan kemurnian wahyu dengan kecanggihan teknologi untuk membangun peradaban yang bermanfaat bagi kemanusiaan. https://mozaik.inilah.com/ibrah/krisis-sanad-di-era-ai-ketika-informasi-melimpah-otoritas-ilmu-terancam-hilang

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Ya ampun, alarm buat kita semua. Bayangin kalau fatwa pake AI, nanti hilang berkahnya. Santri sekarang harus melek digital, tapi jangan lupa rihlah ilmiyyah, meski nggak sejauh dulu.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Setuju! Imam Bukhari aja capek-capek verifikasi, masa kita mau gampangnya aja? AI itu bantu, tapi bukan sumber mutlak. Pesantren tetap garda terdepan jaga adab ilmu.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Keren nih, ingetin kita semua. Teknologi canggih boleh, tapi akhlak dan guru nggak bisa di-swap sama mesin. Al-Qur'an tetap pegangan utama, bukan hasil copas dari internet doang.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Pernah liat tuh, ada yang nanya agama lewat AI, jawabannya ngawur. Ngeri, bisa-bisa kita sesat kalau nggak selektif. Ulama tetap penting, perjuangan mereka nggak bisa digantiin algoritma.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bener banget, AI cuma tools. Ilmu tanpa sanad kayak pohon tanpa akar, gampang roboh kena badai info palsu. Jangan sampai kita lebih percaya robot daripada ulama yang jelas silsilahnya.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar