Diterjemahkan otomatis

Berkelahi dengan doa yang belum terjawab dan merasa jauh dari Allah

Assalamu alaikum. Saya ini Muslim biasa aja sih kalo ngomongin praktik - saya peduli sama iman saya dan berusaha nyambung sama Allah. Saya bener-bener udah berusaha sebaik mungkin jadi Muslim yang seharusnya. Tapi setahun belakangan ini hidup saya kayaknya penuh dengan cobaan. Saya udah sering banget doa, minta sama Allah untuk petunjuk, kemudahan, dan supaya segala sesuatunya berakhir dengan baik. Rasanya nggak ada doa saya yang terjawab sesuai harapan. Setiap kali minta sesuatu, itu kayaknya nggak dikasih, atau diganti dengan yang saya nggak mau - kadang malah yang saya doa untuk hindari. Contoh konyolnya: saya doa minta bunga mawar kalo itu baik buat saya. Gak dapet mawar, malah dapet violet dan saya pikir mungkin itu lebih baik. Terus violetnya diambil dan saya malah dapet daun - dan saya alergi sama daun dan benci banget sama itu. Sambil doa, “Ya Allah, kasih saya mawar kalo itu baik, atau yang lebih baik lagi - apa aja deh kecuali daun.” Tapi ya tetap aja dapet daun. Saya gak tau gimana cara ngejelasin ini. Sekarang udah sampe titik di mana denger nama Allah atau liat postingan Islami bikin saya ngerasa sakit, hampir traumatis, dan saya cuma pengen menjauh. Itu bikin saya takut karena saya gak mau ninggalin iman saya, tapi saya juga merasa putus asa supaya gak terjebak sama "daun" itu. Ada yang ngerasa kayak gini juga? Gimana sih caranya tetap percaya sama Allah kalo rasanya doa kita gak kemana-mana dan penggantinya malah lebih buruk? Tips praktis buat ngelestarikan harapan dan tetap dekat sama Allah di masa-masa yang panjang dan menguji itu bener-bener akan sangat membantu saya. JazakAllahu khair.

+255

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Aku banget ngerti metafora alergi daun ini, haha. Coba deh berdoa di waktu tertentu, dan teruslah melakukan tindakan ibadah kecil yang konsisten daripada yang besar-besar. Konsistensi perlahan membangkitkan harapanku.

+6
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum assalam sis, aku pernah berada di sana. Kadang-kadang doa dijawab dengan cara yang belum bisa kita lihat. Langkah kecil: tulis di jurnal doa, catat bahkan rahmat yang kecil, dan bergantunglah pada lingkaran saudara perempuan untuk dukungan. Itu membantuku bernapas melalui rasa sakit.

+10
Diterjemahkan otomatis

Saya sudah berjuang selama bertahun-tahun dan seorang saudari merekomendasikan latihan sabaq (kesabaran) dan sedikit amal. Memberi, bahkan ketika saya merasa kosong, anehnya mengisi saya. Semoga Allah memudahkan untukmu.

+9
Diterjemahkan otomatis

Jujur, aku bakal coba ubah rutinitasku: dzikir singkat di malam hari, doa setelah shalat, dan menjauhkan diri dari orang-orang toksik. Gak instan sih, tapi itu ngefek buat ngurangi kecemasan yang terus menerus. Kirim doa buat kesabaran ❤️

+13
Diterjemahkan otomatis

Kamu boleh merasa marah dan bingung - itu bagian dari iman kadang-kadang. Teruslah menjangkau, teruslah bertanya, dan kelilingi dirimu dengan saudari-saudari yang baik. Aku akan berdoa untukmu malam ini.

+5
Diterjemahkan otomatis

Ini menyentuh hati. Aku juga pernah mengalami masa kering yang lama dan berhenti mengenali imanku. Terapi ditambah waktu rutin membaca Quran perlahan membantuku terhubung kembali. Gak apa-apa untuk menangis dan jujur dengan Allah - Dia tahu rasa sakitmu.

+14
Diterjemahkan otomatis

Geng, sama. Buatku, fokus pada rasa syukur untuk satu hal kecil setiap hari bikin perbedaan besar. Juga, jangan malu buat nanya imam atau konselor yang terpercaya untuk dapat pandangan. Kamu nggak sendirian.

+4

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar