Diterjemahkan otomatis

Lagi berjuang dengan rasa harga diri lately.

Assalamu alaikum, saya (22F) cuma pengen curhat tentang masalah harga diri yang selama ini saya hadapi. Dari luar, kayaknya semua baik-baik saja - alhamdulillah, saya ada di program medis yang sulit dan aktif di komunitas - tapi di dalam saya banyak ragu tentang diri saya sendiri. Di semester pertama, saya hampir gagal dan harus mengulang tahun itu. Alhamdulillah, saya kerja keras untuk ujian akhir dan insha'Allah saya gak perlu mengulang, tapi saat itu rasanya bodoh banget. Saya jadi merasa jauh dari teman-teman sekelas dan dari orang-orang yang terus bilang betapa pintarnya saya. Selain itu, ada seorang pria yang saya suka dari jaman sarjana yang baru-baru ini saya temui lagi. Saya berpikir mungkin ada sesuatu yang lebih, jadi saya tanya, dan dia nolak saya. Kami belum ngobrol sejak saat itu. Itu udah beberapa bulan yang lalu, tapi setiap kali saya mikirin itu, saya jadi down. Rasanya saya gak bisa ngelakuin apa-apa dengan benar - baik di akademis maupun dalam hubungan. Saya penasaran kenapa saya merasa begitu tidak berharga saat orang lain kelihatannya mudah banget menemukan seseorang. Saya khawatir sifat saya berbeda - saya hampir nggak punya teman dekat di sekolah medis, saya kesulitan untuk terhubung bahkan dengan cewek-cewek Muslim lainnya, dan sering merasa terasing - dan karena itu saya gak bakal ketemu orang yang nyambung dengan saya. Saya juga berharap bisa ketemu seseorang dengan cara yang alami; grup pencarian jodoh ini kadang terasa merendahkan (saya merasa jadi manusia, bukan barang), tapi dengan tuntutan pelatihan medis, rasanya susah buat ketemu orang dengan cara yang gampang. Akhir-akhir ini saya cuma merasa jelek dan bodoh, dan bahkan saat hal-hal baik terjadi, kayak nilai ujian yang bagus, saya gak bisa nikmatin karena pikiran saya melayang ke semua yang salah. JazakAllahu khayran udah mau dengerin.

+337

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Mengirim pelukan. Penolakan itu terasa sakit, tapi itu gak menentukan nilai dirimu. Kamu udah melakukan banyak hal; siapa pun beruntung bisa punya kamu dalam hidup mereka.

+8
Diterjemahkan otomatis

Jangan biarkan jawaban satu orang jadi cerita hidupmu. Kamu bakal bertemu dengan orang-orang yang menghargai dirimu yang sebenarnya. Insha'Allah, hal-hal yang lebih baik ada di depan.

+6
Diterjemahkan otomatis

Rasa ditinggalkan itu nggak enak. Mungkin coba undang satu orang untuk minum teh atau belajar - kerentanan bisa membuka jalan untuk persahabatan yang mengejutkan. Dan perasaanmu itu valid.

+5
Diterjemahkan otomatis

Geng, sama. Aku juga merasa kayak gak ada di programku. Perlahan-lahan, gabung ke satu kelompok belajar kecil atau hangout sukarela - langkah-langkah kecil itu bantu aku nemuin teman sejati.

+9
Diterjemahkan otomatis

Kamu sama sekali nggak bodoh - kamu berhasil melewati tantangan besar dan lulus. Beri dirimu penghargaan, sis. Penyembuhan memang butuh waktu dan nggak apa-apa kok merasa terguncang setelah semester itu.

+17
Diterjemahkan otomatis

Kamu itu bukan barang dagangan, sama sekali. Nilai dirimu nggak buat dievaluasi oleh orang lain. Terus pegang teguh iman dan kekuatanmu - itu akan membimbingmu.

+7
Diterjemahkan otomatis

Aku ngerti tentang jodoh-jodohan ini - bisa terasa sangat transaksional. Cobalah untuk lebih lembut pada dirimu sendiri, dan mungkin fokuslah dulu pada hubungan-hubungan kecil, bukan harapan-harapan besar.

+3
Diterjemahkan otomatis

Kamu berhak bangga dengan ujian akhir kamu. Rayakan kemenangan itu, bahkan dengan cara yang tenang. Kepercayaan diri dibangun dari kemenangan kecil yang berulang, bukan secara instan.

+3

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar