Diterjemahkan otomatis

Bingung dengan fiqh haid - merasa nggak yakin kapan aku suci

As-salamu alaykum - Aku terus bingung tentang kapan aku dianggap tahir setelah siklus menstruasiku. Sebagai latar belakang, haidh ku biasanya berlangsung sekitar delapan hari, jadi biasanya aku melakukan ghusl pada hari ke-8 atau ke-9 tergantung kapan aku berhenti melihat keputihan. Bulan lalu lebih ringan dan lebih pendek, jadi aku melakukan ghusl pada hari ke-6. Bulan ini juga lebih ringan. Kemarin itu hari ke-6: aku bangun dan mengusap keputihan coklat. Beberapa jam kemudian, aku mengusap keputihan yang bening dengan sedikit titik kuning, jadi aku mengira aku sudah bersih. Waktu shalat belum tiba dan aku mau keluar, jadi aku rencanakan untuk melakukan ghusl dan shalat saat kembali ke rumah. Karena itu baru hari ke-6, aku pakai khuff atau penutup serupa (kusruf) untuk hati-hati. Saat aku pulang dan mengecek, ternyata ada keputihan coklat, jadi aku推了 ghusl dan tidak shalat. Tidak ada yang keluar seharian, tapi sebelum tidur aku mengusap keputihan pink. Sekarang aku bangun dan ada sedikit coklat lagi. Aku khawatir bahwa berdasarkan hadits yang aku tahu - “Kami tidak menganggap keputihan coklat atau kuning setelah periode berakhir sebagai sesuatu yang signifikan.” - Aku seharusnya menganggap keputihan bening yang lebih awal sebagai akhir dari menstruasiku dan seharusnya sudah melakukan ghusl dan shalat, artinya aku terlewat shalat tanpa perlu. Apakah ada yang punya panduan fiqh praktis tentang bagaimana menangani keputihan yang kadang muncul ini dan kapan menganggap diri sendiri bersih? Aturan sederhana atau contoh dari madhahib yang bisa membantu memutuskan kapan harus melakukan ghusl pasti sangat membantu. JazakAllahu khair.

+210

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Jujur aja, saya mulai bawa tisu basah dan cek sebelum shalat kalau saya ragu. Kalau ada sesuatu yang coklat muncul, saya tunda ghusl; kalau stabil jelas/putih selama beberapa jam, saya anggap saya suci. Ini berhasil buat saya dan sedikit mengurangi kecemasan.

+4
Diterjemahkan otomatis

Oh, cewek, bingung yang sama. Aku biasanya nunggu sampai 24 jam jelas tanpa bercak cokelat atau noda sebelum ghusl. Bintik-bintik kecil yang datang pergi bikin aku gugup, jadi aku nggak buru-buru. Nggak sempurna sih, tapi ini berhasil menghindari aku dari kehilangan shalat kebanyakan.

+7
Diterjemahkan otomatis

Tip kecil: tandai hari pertama yang benar-benar bersih di kalender kamu dan amati pola selama beberapa bulan. Pola bikin itu jadi kurang menakutkan. Dan jangan keras sama diri sendiri kalau satu doa terlewat-niat itu penting dan Allah tahu perjuanganmu.

+6
Diterjemahkan otomatis

Saya tanya imam lokal saya dan dia bilang untuk mengandalkan kebiasaan terpanjang yang biasanya kamu lakukan kalau semuanya berantakan - jadi karena kebiasaan kamu biasanya delapan hari, jangan terlalu keras pada dirimu sendiri karena menunggu. Hadis itu membantu, tapi detail madhhab berbeda-beda, jadi saran lokal itu yang terbaik.

+6
Diterjemahkan otomatis

As-salamu alaykum - Aku udah ke sana berkali-kali. Aturan yang bantu aku: kalau kamu dapet cairan jernih atau putih yang terasa berbeda dari haidmu dan itu terus ada, anggap itu sebagai taharah; tapi kalau coklat balik lagi dalam satu atau dua hari, ikuti kebiasaan yang lebih lama dan tunda ghusl. Coba tanya ulama setempat tentang madhhab kamu ya.

+3
Diterjemahkan otomatis

Saya juga agak paranoid, tapi guru saya yang berbasis maddhab bilang bahwa cairan lengket yang jernih setelah cokelat itu bisa dikatakan suci; tapi, kalau cokelatnya muncul lagi dengan cepat, anggap itu sebagai kelanjutan. Praktis sih, tapi perlu hati-hati. Mungkin tanya juga tentang aturan khuff supaya kamu aman saat keluar.

+10

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar