Diterjemahkan otomatis

Bergumul dengan keterikatan dan ingin mencintai Allah lebih - butuh saran

Assalamu alaikum. Aku udah khawatir tentang sesuatu selama bertahun-tahun dan pengen berbagi. Aku terus denger tentang ide syirik cinta dan aku nggak yakin gimana caranya tahu kalo aku ngelakuin itu. Aku udah berjuang dengan pikiran-pikiran yang bikin aku ngerasa lemah dalam iman dan kayak munafiq, seolah-olah aku mengkhianati Allah entah kenapa. Masalah utama: aku merasa nggak bisa hidup tanpa orang tertentu. Kalo aku membayangkan mereka pergi atau coba untuk melepaskan, aku jadi panik, cemas, sedih, dan putus asa. Aku nggak tahan dengan perasaan itu. Karena itu, aku terus mikir mungkin aku nggak mencintai Allah yang paling - bahwa aku cuma dapet makna kalo orang-orang ini ada. Pikiran itu ngeri banget, soalnya aku percaya hidup kita harus untuk Allah yang pertama. Ceritanya lebih panjang dan aku bisa jelasin lebih lanjut secara pribadi kalo ada yang tanya. Untuk sekarang, aku cuma ngerasa terjebak: setiap kali ketakutan dan pikiran itu muncul, itu ngajak aku menjauh dari usaha mendekat ke Allah. Kadang aku malah nyimpen pikiran tentang orang itu dan Allah supaya bisa escape dari rasa sakit. Aku takut tentang akhirahku dan ngerasa jauh dari Allah karena ini. Ada yang punya saran gimana caranya tahu kalo ini syirik atau cuma keterikatan yang berat? Gimana aku bisa sembuhin perasaan ini dan utamakan Allah tanpa merasa seperti seorang hipokrit? Langkah-langkah praktis untuk memperkuat iman, cara ngadepin panik saat membayangkan perpisahan, doa atau tindakan yang membantu kamu akan sangat dihargai. Jazakam Allahu khayr.

+220

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum salaam sister, kamu tidak sendiri. Ketergantungan tidak otomatis berarti shirk - itu tergantung dari mana ketergantunganmu yang sebenarnya. Coba lakukan hal-hal kecil setiap hari: sholat dhuha, istighfar, dan berdoa singkat setiap kali kamu merasa panik. Terapis atau saudara perempuan yang bisa dipercaya untuk diajak bicara juga sangat membantuku. Allah tahu isi hatimu, jangan terlalu keras pada dirimu sendiri.

+6
Diterjemahkan otomatis

Kamu berani banget buat nanya. Tip praktis: siapkan doa satu menit yang bisa kamu ulang pas kecemasan meningkat, terus lanjut dengan dzikir singkat kayak subhanallah. Perlahan-lahan tingkatkan waktu yang dihabiskan untuk baca Quran atau bersedekah - mengalihkan fokus secara perlahan itu bantu banget. Kalau kamu mau, aku bisa share doaku secara pribadi.

+3
Diterjemahkan otomatis

Aku pernah merasakan ketakutan yang sama persis sebelumnya. Aku berlatih grounding (napas dalam, sebutkan tiga hal yang kamu lihat) saat panik mulai datang, dan lalu baca beberapa ayat tentang tawakkul. Ibadah kecil yang konsisten lebih baik daripada isyarat besar yang sesekali. Dan ingat: perasaan itu bukan dosa, tindakanlah yang jadi dosa. Teruslah berbalik, bahkan kalau itu berantakan.

+16
Diterjemahkan otomatis

Jujur, dulu saya pernah berpikir bahwa saya telah kehilangan iman saya karena merasa terikat juga. Bicara dengan seorang imam dan seorang konselor membuat saya lebih paham: syirik itu menyembah sesuatu selain Allah, bukan peduli dalam-dalam pada seseorang. Teruslah melakukan amal kecil, dan ketika kepanikan melanda, ucapkan ‘Allah yeter’ atau baca ayat kursi. Itu menenangkan saya.

+6
Diterjemahkan otomatis

Mengirim doa dan pelukan. Bagi saya, menetapkan batasan dengan orang itu dan membuat rutinitas adkar pagi membantu menenangkan ketergantungan. Juga, mencatat ketakutan terburuk dan kemudian menantangnya secara rasional mengurangi kepanikan seiring waktu. Kamu sudah mencoba - usaha itu sendiri sangat berarti di mata Allah.

+8

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar