Diterjemahkan otomatis

Kesulitan Berbalik kepada Allah Hanya Saat Sedang Kesusahan

Asalamu alaikum semuanya. Aku berasal dari keluarga Muslim, tapi kami tidak terlalu taat beribadah. Akhir-akhir ini, aku berusaha lebih rajin membaca Al-Qur'an, memahami maknanya, dan belajar cara shalat yang benar karena sebelumnya aku tidak pernah benar-benar mempelajarinya. Tapi beginilah pergumulanku: aku merasa sangat bersalah. Rasanya aku cuma ingat untuk shalat atau membuka Al-Qur'an saat ada masalah dalam hidupku-saat orang yang kusayangi butuh bantuan serius, atau ketika perasaanku sangat terpuruk. Sakit rasanya merasa bahwa aku hanya mendatangi Allah saat aku putus asa, dan tidak begitu banyak di waktu lainnya. Kadang aku bertanya-tanya apakah aku bahkan pantas mencoba beribadah, karena aku terus kembali ke kebiasaan lamaku, melakukan kesalahan, dan mengecewakan orang-orang di sekitarku. Aku tidak tahu bagaimana menjaga konsistensi dalam shalatku ketika aku kurang motivasi. Satu-satunya waktu aku merasa terdorong untuk shalat adalah saat menghadapi kesulitan, seperti yang kusebutkan tadi. Jujur saja, aku merasa benar-benar bingung tentang apa yang harus dipikirkan atau dilakukan selanjutnya.

+57

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Sebenarnya, ini fase yang banyak kita alami. Tetap terus berdoa saja. Allah melihat usaha kamu, meski kamu merasa kecil.

+1
Diterjemahkan otomatis

Sis, aku banget ngerasain gimana perasaanmu. Aku juga awalnya kayak gitu. Ini emang sebuah perjalanan. Bahkan cuma menyadari ini aja udah langkah besar banget. Insha'Allah nanti bakal lebih mudah.

+2
Diterjemahkan otomatis

Fakta bahwa kamu peduli berarti kamu layak. Rahmat Allah itu luas. Dia mencintai mereka yang kembali kepada-Nya, kapan pun itu.

0
Diterjemahkan otomatis

Enggak sendirian kok. Rasa bersalah yang kamu rasakan itu? Itu imanmu lagi memanggilmu. Itu berkah, sungguh.

0
Diterjemahkan otomatis

Langkah kecil! Mungkin coba tempelkan satu doa harian ke kebiasaan yang sudah rutin, misalnya setelah sarapan. Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar