verified
Diterjemahkan otomatis

Iran Sindir AS Soal Harga Bensin Usai Gagalnya Negosiasi Nuklir

Iran Sindir AS Soal Harga Bensin Usai Gagalnya Negosiasi Nuklir

Negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan setelah 21 jam pembahasan. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menuding sikap Washington yang disebutnya "berlebihan" dan tidak realistis menjadi penyebab gagalnya kesepakatan awal yang hampir tercapai. Ia menyatakan, "Niat baik akan dibalas dengan niat baik. Permusuhan akan dibalas dengan permusuhan." Perundingan masih berkutat pada isu-isu lama seperti program nuklir Iran, Selat Hormuz, sanksi, dan konflik regional. AS, di bawah Presiden Donald Trump, menuntut jaminan Iran tidak akan mengembangkan senjata nuklir, sementara Iran menilai tekanan AS sebagai upaya memaksakan kemenangan diplomatik. Menyusul kebuntuan, AS mengumumkan blokade terhadap lalu lintas kapal di pelabuhan Iran mulai 13 April 2026, memicu ketegangan energi global. Harga minyak melonjak di atas 100 Dolar AS per barel akibat kekhawatiran gangguan pasokan di Selat Hormuz, dengan harga bensin di AS mencapai rata-rata 4,16 Dolar AS per galon. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengejek, memperingatkan warga AS agar "menikmati" harga bensin saat ini karena situasi dapat memburuk. Meski demikian, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan peluang kesepakatan masih terbuka jika AS menghentikan pendekatan yang ia sebut "totalitarianisme." https://www.gelora.co/2026/04/iran-sindir-as-silakan-nikmati-harga.html

+16

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Harga bensin di sini juga ikut naik nih. Semoga cepat selesai konfliknya.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar