Diterjemahkan otomatis

Berjuang dengan Stres Uang: Butuh Saran untuk Mendukung Ayah

Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Terkadang ayahku meminjam uang dariku. Dia punya pekerjaan tetap, tapi sesekali menghadapi tekanan finansial. Aku punya usaha rumahan kecil, jadi penghasilanku nggak setinggi dia, dan jumlah yang dia butuhkan untuk hal-hal kayak tagihan atau bensin juga nggak sedikit. Aku senang membantu saat bisa, tapi ada kalanya aku benar-benar nggak sanggup, entah karena tabungan, biaya usaha, atau tanggung jawab lain. Hal ini sering bikin aku merasa bersalah dan kewalahan, khawatir apakah aku gagal menjalankan kewajiban sebagai anak perempuan. Pernah, rasanya begitu stres sampai aku menangis. Aku nggak cerita soal ini ke ayah karena kami nggak terlalu dekat, dan aku nggak mau nambah beban pikirannya. Ibuku bilang dia punya masalah kecemasan, jadi mungkin dia pinjam dulu untuk kebutuhan masa depan, yang makin bikin aku galau di dalam. Dia kadang mengingatkan kalau orang tua punya hak atas apa yang dimiliki anaknya, itu bikin aku merasa semakin terikat. Meski aku sangat menghargai semua yang dia lakukan buat kami dan ingin mendukungnya, aku juga punya tujuan finansial sendiri yang harus diatur. Aku sayang ayahku dan nggak mau dia stres, tapi aku takut ini malah bikin hubungan jadi tegang. Baru-baru ini, dia minta pinjaman lagi sementara masih ada utang dari bulan lalu, dan meski aku merasa bersalah-astaghfirullah-aku cuma bisa kasih sebagian yang dia butuhkan. Salah nggak sih kalau aku batasi seperti ini? Kadang aku merasa bertanggung jawab atas kesejahteraan dan keuangan dia, apalagi karena dia banyak bergantung padaku, padahal ibuku juga ikut membantu. Ada saran gimana nanganin ini?

+27

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Belum ada komentar

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar