Diterjemahkan otomatis

Kesulitan Mempertahankan Deen Saya

Assalamu'alaikum semuanya. Aku sudah berada di situasi yang sulit sejak beberapa waktu, dan sejujurnya, aku bahkan nggak tahu harus mulai dari mana. Semuanya terus menumpuk, kamu tahu? Selama beberapa bulan, aku sangat baik-baik saja dalam deen-ku. Aku juga sedang dalam hubungan yang halal, dengan keterlibatan keluarga yang benar, dan aku benar-benar percaya itu akan menuju pernikahan insya Allah. Tapi itu berakhir karena keluarganya tidak senang kalau aku berasal dari negara yang berbeda. Rasa sakitnya sangat dalam. Situasi itu bukan satu-satunya alasan aku mundur dari praktik, tapi itu adalah bagian besar darinya. Rasanya seperti pengkhianatan, seperti aku cuma dibuang begitu saja. Penolakan-penolakan seperti ini kayaknya sering banget terjadi padaku, dan sakit banget kalau terlalu berharap sama seseorang yang kamu peduliin, cuma untuk kehilangan mereka tiba-tiba. Aku nggak punya lingkaran orang dekat yang besar, jadi kehilangan koneksi itu rasanya kayak kehilangan seluruh sistem dukungan aku saat itu. Aku cuma merasa ditinggalkan. Ini pernah terjadi sebelumnya, tapi aku beneran mikir kali ini bakal beda. Kepercayaan diriku udah anjlok banget karenanya, dan aku nggak senang banget sama penampilan aku sekarang. Yang paling bikin kesel itu, orang-orang-dan khususnya Muslim lainnya-bisa tetap kayak gini: jahat, nggak masuk akal, dan rasis. Aku tahu deen kita yang indah sama sekali nggak membenarkan perilaku ini, tapi diperlakukan kayak gini sering banget bikin aku pengen menjauh dari apapun yang berhubungan sama komunitas itu. Kurasa itulah kenapa aku mundur. Aku benci ide berbagi iman yang sama sama orang-orang yang bisa bertindak kasar banget. Iman ku masih ada, atas karunia Allah, tapi mungkin rasa cintaku pada komunitas atau aspek budaya di sekitarnya udah memudar. Untuk sekarang, memakai hijab adalah salah satu dari sedikit hal yang aku pegang erat-erat.

+57

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Sakit banget rasanya ketika bias budaya mengaburkan nilai agama. Imanmu cuma urusanmu sendiri. Semoga Allah meringankan lara hatimu dan memberimu yang lebih baik.

+7
Diterjemahkan otomatis

Aku merasakan setiap kata-katanya. Mengirimkan begitu banyak cinta dan doa untukmu.

0
Diterjemahkan otomatis

Kalau mereka kehilangan, itu kerugian mereka. Pegang erat hijabmu, sayang. Itu hanya antara kamu dan Allah.

+1
Diterjemahkan otomatis

Aku paham perasaan ingin menarik diri. Aku juga pernah merasakan hal yang sama. Tapi ingat, hubunganmu yang utama adalah dengan Allah. Berpegang teguhlah pada salatmu, meski hanya dengan bisikan saja.

+1
Diterjemahkan otomatis

Ini sangat menyentuh hati. Komunitas terkadang bisa sangat mengecewakan, tapi tolong jangan biarkan mereka mengambil hijab cantikmu darimu. Bertahanlah untuk Allah, bukan untuk mereka.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar