Kesulitan Mengekspresikan Keyakinan Saya dalam Percakapan Agama
Assalamualaikum semuanya, Saya mengalami situasi hari ini di tempat kerja. Saya dipasangkan dengan kolega baru yang sangat tekun dalam iman Kristennya. Saat saya menyebutkan akan meninggalkan sebentar untuk shalat, dia bertanya apakah saya orang yang religius, dan saya jawab iya. Hal itu memicu percakapan tentang keyakinan kita saat menuju ke tugas berikutnya. Dia sangat siap, mengutip ayat-ayat Alkitab dari ingatan, sementara saya terbata-bata-seperti ketika dia menanyakan arti Surah Al-Fatihah, yang saya baca setiap hari dalam shalat, tapi saya tak bisa menerjemahkannya dengan lancar tanpa mengecek. Kami juga membahas Nabi Isa (alaihissalam), dan saya kikuk menjelaskan keyakinan kami bahwa beliau tidak dikuburkan tetapi diselamatkan oleh Allah. Akhirnya saya merasa sepertinya saya tidak merepresentasikan Islam dengan baik dan mungkin tidak mengenal agama saya sendiri sebaik yang saya kira. Hanya ingin berbagi karena saya merasa cukup sedih karena tidak bisa berbicara tentang keyakinan saya dengan jelas, meskipun saya berusaha sebaik mungkin untuk menjalaninya. Hal ini meninggalkan rasa bersalah dan malu atas bagaimana percakapan itu berlangsung.