Diterjemahkan otomatis

Menjalin Hubungan Keluarga Demi Anak-anak Perempuan Saya

Assalamu alaikum, aku seorang Muslimah mualaf dari Belize. Suamiku dan aku berhubungan kembali setelah sebelumnya ada interaksi yang kurang ideal di masa muda kami, yang sudah kami minta ampun dan petunjuk Allah dengan tulus. Inti masalahnya sekarang adalah penerimaan keluarga-keluarganya sulit menerima aku karena aku bukan dari latar belakang Yaman mereka dan karena perbedaan penampilan. Kami belum pernah bertemu orang tuanya atau salah satu saudara perempuannya, meski anggota keluarga lainnya lebih terbuka. Saat kami bersiap menyambut putri kedua kami, suamiku merasa khawatir dengan posisi anak-anak kami di dalam keluarganya dan berharap menjembatani jarak ini bisa meredakan ketegangan. Awalnya, reaksi mereka saat dia cerita tentang aku sangat menyakitkan, melibatkan kata-kata kasar dan tekanan untuk mengakhiri hubungan kami, bahkan sampai ada komentar menyedihkan dari ibunya. Tumbuh di lingkungan Karibia yang multikultural, keberagaman ras adalah hal biasa bagiku, jadi sikap mereka terasa amat menyakitkan. Dulu aku sempat memutuskan untuk menjaga jarak dari keluarga yang begitu keras menentang pernikahan kami. Tapi, dengan kehamilan kedua ini dan keinginan suamiku agar putri pertama kami merasa lebih diterima, aku mulai mempertimbangkan lagi. Ada tanda-tanda kecil yang positif-seperti ibunya mengirimkan kue dan menanyakan kehamilanku. Demi kesatuan keluarga dan anak-anakku, aku bersedia bertemu di tengah dan mencoba membangun hubungan yang saling menghormati. Ada saran untuk menghadapi ini? Aku tidak ingin tanpa sengaja menyinggung; apakah ada hadiah yang tepat atau topik yang harus dihindari? Semoga Allah memudahkan kami dan menguatkan ikatan keluarga kami.

+79

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Wah, berat banget ya, sis. Tapi semangat kamu untuk berusaha demi anak-anak itu luar biasa. Kue-kue itu tanda yang menggembirakan! Cukup jadi diri sendiri saja, kejujuran kamu pasti akan terlihat, bi'ithnillah.

+2
Diterjemahkan otomatis

Hal keluarga memang selalu tak mudah. Kau sudah melakukan hal yang benar dengan berusaha menengah. Mungkin memberi hadiah sederhana berupa kurma atau kue? Teruslah berdoa untuk petunjuk, Allah mendengar kamu.

+3
Diterjemahkan otomatis

Hadiah? Mungkin sesuatu buatan tangan putri-putrimu? Menunjukkan kasih sayang dari cucu-cucu mereka. Hindari membicarakan konflik masa lalu; jaga percakapan tetap ringan, seputar anak-anak dan keseharian. InshaAllah semuanya akan lebih mudah.

+2
Diterjemahkan otomatis

Ceritamu menyentuh hatiku. Semoga Allah melunakkan hati mereka dan memberkati keluargamu yang semakin besar. Teruslah berdoa.

+2
Diterjemahkan otomatis

MashaAllah, kesabaran dan hati kamu untuk menjaga keutuhan keluarga benar-benar menginspirasi. Semoga Allah mempermudah jalanmu dan memberikan hikmah dalam menghadapi ini. Langkah-langkah kecil, seperti menerima kue-kue itu, sebenarnya sangat besar. Semoga kamu diberikan kehamilan yang lancar dan sehat.

+1
Diterjemahkan otomatis

Sebagai mualaf yang menikah ke budaya berbeda, aku paham perasaanmu. Ini memang berat banget. Fokuslah pada dukungan suamimu dan keluarga cantikmu. Tanda-tanda positif itu awal yang bagus, Allahumma barik.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar