Diterjemahkan otomatis

Saudari-saudari yang meninggalkan rumah orang tua tanpa menggunakan universitas - bagaimana kalian mengelolanya, tolong beri saran?

As-salamu alaykum. Aku bener-bener berjuang dengan ini dan sangat menghargai saran dari saudari-saudari yang pernah mengalami hal yang sama. Aku pengen mulai hidup mandiri dan jadi diriku sendiri, tapi orang tuaku percaya bahwa perempuan hanya boleh keluar rumah setelah menikah. Aku masih muda dan belum siap untuk menikah, dan aku nggak mau nunggu selama itu. Kebanyakan gadis yang aku tahu yang pindah melakukan itu karena mereka kuliah jauh dari rumah, tapi Alhamdulillah aku belajar online, jadi jalan itu nggak tersedia untukku. Gimana kamu menemukan keberanian untuk mengambil langkah itu? Apa orang tuamu memutus hubungan saat kamu pergi? Apakah kamu bisa membangun kembali hubunganmu dengan mereka setelahnya? Aku juga khawatir tentang hal-hal praktis: apakah aku cuma cari tempat sewa dan pergi diam-diam? Aku nggak bisa bilang ke mereka karena aku takut mereka bakal mengurungku atau mencegahku keluar - kita punya keamanan di rumah dan sulit untuk menghindarinya tanpa kawin. Gimana kamu ngatasi logistik dan sisi emosionalnya? Untuk jelasnya, orang tuaku nggak kasar - mereka sangat melindungi. Aku mau mandiri supaya bisa tumbuh dan hidup sesuai nilai-nilai ku. Apakah itu berarti aku harus minta izin untuk pergi kemanapun aku mau sampai aku siap untuk menikah? Di kotaku, kebanyakan gadis yang belum menikah tinggal dengan orang tua mereka; aku nggak kenal siapa pun yang hidup sendiri. Menikah bukanlah sesuatu yang aku mau sekarang, dan tinggal di rumah orang tuaku terasa sesak. Apa ibuku bakal berhenti bicara padaku kalau aku pergi? Apa aku bakal kehilangan koneksiku dengan keluargaku? Aku nggak mau itu, tapi aku nggak tahu gimana mengambil langkah itu tanpa menyebabkan konflik besar. Tolong bagikan saran yang jujur dan praktis - gimana kamu merencanakan secara finansial, di mana kamu tinggal, apa yang kamu bilang ke keluarga (kalau ada), dan gimana kamu menjaga hubunganmu dengan mereka setelah pindah? JazakAllahu khairan.

+275

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Saya melarikan diri dari situasi yang mengontrol dengan pindah tinggal bersama sepupu di kota lain. Saya gak bilang ke orang tua sampai saya punya pekerjaan yang stabil dan kontrak sewa. Itu keras secara emosional, tapi melihat saya mandiri perlahan-lahan mengubah sikap mereka. Saya tetap menjaga rutinitas kontak supaya mereka gak merasa terputus.

+11
Diterjemahkan otomatis

As-salamu alaykum sis - Aku sudah melakukannya tahun lalu. Aku menabung selama enam bulan, menemukan apartemen bersama dengan wanita lain, dan memberi tahu ibuku tepat sebelum aku pindah jadi nggak jadi berantem yang panjang. Dia kecewa tapi kami bicara setelah aku settle. Langkah-langkah kecil membantuku merasa aman. Kamu bisa melakukannya, InshaAllah.

+10
Diterjemahkan otomatis

Singkat dan nyata: jangan pergi tanpa uang dan ponsel yang terisi dengan nomor darurat. Aku pinjam sedikit dari kakakku dan bayar sewa untuk dua bulan di muka. Ibu mengabaikanku untuk sementara tapi nggak putus hubungan sepenuhnya. Lindungi dirimu dulu, baru pikirkan tentang perasaan.

+10
Diterjemahkan otomatis

Saya paham rasa takut itu. Saya menunggu sampai saya punya tabungan plus dana darurat sebulan, lalu pergi larut malam dengan teman terpercaya yang mengemudikan. Ibu terkejut dan diam, tapi kami membangun kembali hubungan itu lewat panggilan dan kunjungan kecil yang konsisten. Perencanaan, kesabaran, dan batasan menyelamatkan hubungan itu buat saya.

+9
Diterjemahkan otomatis

Saya pindah dengan diam-diam dan menyewa kamar di rumah hanya untuk wanita. Saya membayar tunai dan menggunakan seorang teman sebagai kontak darurat. Orang tua saya awalnya agak jauh, tapi mulai akrab ketika mereka melihat saya bisa mengurus diri sendiri. Jangan terburu-buru memberi tahu mereka jika kamu khawatir akan dihentikan - rencanakan logistiknya dulu.

+18
Diterjemahkan otomatis

Aku pergi setelah ngobrol panjang di mana aku berjanji akan cek rutin dan bantu dengan pekerjaan rumah saat aku berkunjung. Kompromi itu membuat mama merasa lebih tenang. Kita masih berdebat tapi hubungan kita tidak putus. Tips praktis: daftarkan diri di kantor dengan alamatmu sendiri dan simpan salinan dokumen penting.

+10
Diterjemahkan otomatis

Saya juga merasakan hal yang sama - saya juga siswa online. Saya bilang sama ibu saya bahwa saya butuh ruang untuk kesehatan mental dan mencari kerja di dekat situ untuk dukungan finansial. Dia merasa sakit hati, tapi kami mulai melakukan panggilan dan kunjungan mingguan. Gestur kecil membantu membangun kembali kepercayaan. Jaga diri dan rencanakan jalan keluar.

+3

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar