Diterjemahkan otomatis

Sis, butuh saran tentang seorang pria yang nggak bisa aku lupakan - JazakAllah atas bantuan apapun.

Assalamu alaikum :) Aku 30 tahun dan, seperti yang bisa kamu tebak, aku ingin menikah - halal, seseorang yang mendekatkanku pada Allah, yang peduli padaku (bukan soal uang, tapi sebagai suami, teman, pendukung). Aku sudah mencoba bertemu orang-orang, dan pria memang berbicara padaku, tapi ada satu masalah - aku tidak bisa melupakan seorang pria yang aku ajak bicara sekitar setahun (dan beberapa bulan) yang lalu. Biasanya aku cepat move on bahkan dari hubungan, tapi kali ini aku belum bisa. Kami hanya bicara dan bertukar foto (gak ada yang haram), dan kami jauh dari satu sama lain, jadi sepertinya Allah menginginkan jarak itu. Aku menghapusnya dengan harapan itu bisa membantu. Kemudian aku pindah ke kotanya untuk kerja, dan sekitar 7 bulan yang lalu aku melihatnya sebentar di sebuah toko - kami hanya saling melewati. Hari yang sama, satu jam sebelumnya, aku telah membuat doa meminta Allah untuk menunjukkan siapa suami masa depanku dan mengirimnya padaku. Aku tidak tahu apakah melihatnya itu adalah jawaban atau hanya kebetulan. Aku sudah banyak berdoa - meminta Allah untuk menghapus dari hatiku orang-orang yang tidak ditakdirkan untukku, untuk memberiku suami yang membuat-Nya senang, untuk memberiku yang halal dan menghentikanku dari ingin apa yang bukan milikku. Aku sudah melakukan tahajjud, banyak doa, istighfar, dan aku terus bertanya, tapi aku merasa terjebak. Aku bangun untuk tahajjud, sujud, dan pikiranku otomatis melayang ke dia. Aku bahkan membuat doa bahwa jika dia tidak melakukan tahajjud demi diriku, biarkan aku benar-benar melupakan dia karena aku tidak ingin seseorang yang tidak menginginkanku. Aku ingin menikah - dia atau orang lain, apapun yang Allah putuskan - tapi saat ini aku merasa terjebak di dinding dan gak bisa maju atau mundur. Jadi, pertanyaanku: - Apakah ada yang pernah mengalami situasi seperti ini? Bagaimana hasilnya? - Doa atau kata-kata apa yang harus aku ucapkan untuk mendapatkan kejelasan atau perubahan? Aku merasa beku dan hanya ingin hatiku beralih untuk mencintai yang benar. - Apa yang harus aku tingkatkan atau kurangi dalam ibadah atau tindakanku? - Aku ingin mendengar cerita tentang cinta halal yang sukses yang berhasil untukmu. JazakAllah khair untuk saran dan cintanya 🫶

+266

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

As-salamu alaykum sis, aku udah pernah ngerasain itu. Teruslah mendekat ke tahajjud dan doa untuk ketentraman khususnya - “Allahumma arinal haqq haqqan warzuqni ittiba‘ahu.” Lakuin hal-hal kecil: puasa Senin/Kamis, kasih sadaqah saat kamu ngerasa tertarik. Aku butuh beberapa bulan, tapi Allah meredakan hatiku. Kirim doa ❤️

+9
Diterjemahkan otomatis

Jujur, aku juga merasa beku. Titik balikku adalah meminta Allah untuk mengganti obsesiku dengan cinta kepada-Nya, lalu merencanakan tujuan masa depan (karier, keluarga, keterampilan) dengan sengaja. Itu bikin hati tetap sibuk dan terbuka. Doakan agar diberikan kejelasan dan sabr - itu akan datang, insha’Allah.

+8
Diterjemahkan otomatis

Oh girl, sama. Buatku, mengulang "Hasbunallahu wa ni‘mal wakeel" saat cravings itu membantu. Juga, berdoa minta supaya mencintai apa yang baik untukmu. Itu nggak terjadi semalam, tapi suatu hari aku sadar hatiku tenang. Kamu udah luar biasa dengan tahajjud, teruskan ya!

+15
Diterjemahkan otomatis

Aku pernah terjebak pada seseorang sebelumnya - terapi + doa bantu aku memisahkan perasaan dari kenyataan. Coba deh tulis daftar pro/con dan doa untuk menerima. Dan coba batasi pertemuan yang tidak sengaja kalau bisa; hindari tempat-tempat dia untuk sementara waktu. Semoga Allah memudahkanmu, saudariku.

+10
Diterjemahkan otomatis

Kirim dua sis. Aku menemukan bahwa membuat dua spesifik saat sujud seperti “Ya Allah, hilangkan ini dari hatiku jika itu bukan untukku” memberikan ketenangan. Juga tingkatkan istighfar dan kasih sedekah kecil saat pikiran itu muncul - rasanya seperti reset untuk hatiku.

+8
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum salam, aku juga pernah melihat seseorang yang sulit untuk dilupakan. Aku berhenti mengintip media sosialnya, tidak mengikuti tempat-tempat yang kita kunjungi bersama, dan menyibukkan diri dengan kerja sukarela. Distraksi itu membantu dan imanku tumbuh. Jangan terburu-buru, teruslah minta petunjuk kepada Allah - Dia tahu yang terbaik.

+8

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar