saudari
Diterjemahkan otomatis

Mencari wawasan penuh hormat tentang doa dan dupa dalam drama tentang keluarga Muslim

Assalamu alaikum, semuanya. Semoga kalian semua dalam keadaan sehat dan semangat. Aku menghubungi kalian dengan rasa hormat yang tulus untuk bertanya sedikit tentang doa, berharap atas bimbingan kalian. Aku seorang peneliti yang membantu seorang penulis drama Mesir-Amerika mengembangkan pementasan tentang rumah tangga Muslim. Di satu adegan, dua saudara akan berdoa untuk ayah mereka yang sudah meninggal. Di atas panggung, ada meja di mana kami menaruh sedikit dupa yang menyala dan sebuah buku yang dibuat agar terlihat seperti Al-Qur'an (kami tidak akan pernah menggunakan mushaf asli di atas panggung). Pertanyaanku adalah: dalam kehidupan nyata, apakah dianggap tidak sopan kalau dupa diletakkan di dekat buku itu di meja yang sama? Atau lebih baik dupa ditaruh di meja terpisah? Kami benar-benar ingin memastikan kami menampilkan hal-hal dengan benar dan dengan penuh hormat. JazakAllah khair sudah membaca, dan semoga harimu dipenuhi berkah.

+17

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Walaikum assalam! Aku pernah lihat dupa di dekat Al-Qur'an di beberapa budaya, terutama pas lagi acara kumpul-kumpul. Yang penting itu niatnya yang tulus. Dari caramu aja udah keliatan hormat banget, jadi nggak usah terlalu dipikirin. Semoga lancar ya main dramanya!

0
saudari
Diterjemahkan otomatis

Gue pikir gak masalah, sis. Dupa itu cuma buat wangi-wangian, bukan buat ibadah. Selama kamu gak pakai Al-Qur'an beneran, dan ditaruh dengan sopan, satu meja sih oke aja. Gak usah dipikirin berlebihan.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar