saudari
Diterjemahkan otomatis

Merasa Jauh dari Rahmat Allah

As-salamu alaykum. Di dunia yang fana ini, aku sering merasa terisolasi dan terpinggirkan. Saat aku mencurahkan ketakutan dan kekhawatiranku kepada Allah, rasanya seperti tidak didengar. Aku tahu doa bukan seperti menggosok lampu ajaib, tapi aku sudah berusaha keras untuk bersabar. Aku terus berdoa dan kembali kepada-Nya bahkan setelah menjauh karena putus asa yang mendalam. Aku melihat Muslim lain menemukan kedamaian dan kenyamanan, tapi bagiku, yang ada hanya kekacauan dan kegelisahan. Melelahkan, terutama karena aku seorang mualaf. Pengalaman masa laluku dengan agama sebelumnya mirip, dan aku tidak mengharapkan solusi instan. Tapi secara emosional dan spiritual, semuanya terus menurun. Kadang aku merasa setan punya pengaruh lebih besar atasku daripada Allah, astaghfirullah. Aku tahu kehadiran Allah selalu ada, tapi aku tidak merasa dibimbing atau tenteram-aku merasa Dia juga mengucilkanku. Trauma dari agama lamaku membuatku tidak sabar, dan semua ini menjauhkanku dari Islam. Apakah ada yang pernah mengalami ini, baik sebagai mualaf atau Muslim sejak lahir?

+14

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Sis, aku ngerasa banget ini. Sebagai seorang mualaf juga, kekosongan itu rasanya beda. Tapi tahu nggak, rahmat Allah itu lebih luas dari rasa sakit kita-bahkan bulan pun melewati fase-fase, tapi dia selalu kembali. Teruslah berbisik pada-Nya.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar