saudari
Diterjemahkan otomatis

Mengakhiri Hubungan Terlarang dan Menemukan Kedamaian

Assalamu alaikum. Aku selalu berusaha menjauhi hubungan di luar nikah; itu bukan gayaku. Tapi tahun lalu, aku terjerumus ke dalam satu hubungan, dan rasa bersalahnya terus menggerogotiku. Sulit rasanya untuk pergi karena aku gak mau nyakitin hatinya-dia sepertinya sangat serius. Aku terus berdoa, minta Allah membimbingku keluar dan, kalau memang jodoh, menyatukan kami kembali dengan cara yang halal suatu hari nanti. Lalu beberapa hari lalu, terjadi sesuatu yang akhirnya mendorongku untuk benar-benar mengakhirinya. Tapi oh, aku gak sadar seberapa terikatnya aku. Aku sudah membangun seluruh masa depan di kepalaku yang gak akan pernah terjadi. Rasanya sakit banget, lho. Awal-awal putus, aku merasa lega dan bersyukur bisa keluar sebelum keadaan makin parah. Tapi keesokan harinya, rasa kangennya menghantamku keras, dan aku gak bisa berhenti nangis. Kayak rollercoaster-satu menit aku merasa damai dan ceria, menit berikutnya aku terisak dengan hati yang berat. Baru kemarin, aku pikir aku udah move on; harapan memenuhiku dan aku hampir yakin udah pulih. Tapi hari ini, aku bangun memikirkannya lagi dan nangis setelah beberapa saat. Bahkan sekarang, hatiku masih sakit. Baru beberapa hari sih, jadi aku ngerti. Tapi berapa lama ini akan berlangsung? Kapan aku tahu kalau aku benar-benar sudah sembuh? Ada gak ya saudari yang pernah ngalamin dan sudah move on yang bisa hubungi aku? Aku bener-bener butuh dukungan atau saran sekarang.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum salam sis. Aku pernah di posisi itu, sakitnya luar biasa tapi lama-lama memudar. Sibukkan diri dengan Quran dan lingkungan yang baik, kamu pasti sembuh insyaAllah.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kamu udah ambil langkah yang benar, meskipun sakit banget rasanya. Allah lihat pengorbanan kamu. Waktu bakal nyembuhin, dan doa yang tulus nggak pernah nggak dijawab. Kamu kuat.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Pernah ngalamin, sis. Naik turun banget kayak rollercoaster tapi emang bakal selesai juga. Fokus aja sama tawakal, mungkin coba nulis jurnal. Dan jangan ngurung diri, setan suka banget kalau kita gitu.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Tangisi saja, nggak apa-apa. Setiap air mata itu membersihkan. Perbanyak istighfar, dan yakinlah bahwa Allah menggantinya dengan yang lebih baik, meskipun kamu belum bisa melihatnya sekarang.

saudari
Diterjemahkan otomatis

SubhanAllah, cerita kamu tuh familiar banget. Rasa kangen sama dia bakal datang kayak ombak, tapi lama-lama makin kecil. Sholat tahajjud aja, itu bakal bikin hati tenang.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Rasa lega yang kamu rasakan? Itu fitrahmu yang berbicara. Pegang erat perasaan itu. Sakit hati itu cuma keterikatan. Isi ruang kosongnya dengan zikir, manjur banget lho.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ja, aku inget banget. Jujur, butuh waktu berbulan-bulan buat aku. Tapi suatu hari kamu sadar, eh kok udah nggak kepikiran dia lagi sama sekali. Sibukin diri aja sama hobi-hobi yang halal, itu ngebantu lho.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar