Diterjemahkan otomatis

Mencari saran: iman dan hubungan yang nggak bisa aku kejar

Assalamu alaykum. Aku tahu ini mungkin terdengar aneh, jadi tolong sabar ya - aku bener-bener menghargai saran yang tidak menghakimi. Aku sadar aku telah membuat kesalahan dan nggak butuh diulang-ulang; aku cari bantuan tentang bagaimana melanjutkan hidup. Aku seorang wanita Muslim berusia 19 tahun yang punya perasaan terhadap seorang pria Kristen. Kami udah ngobrol tentang agama dan sepakat bahwa, mengingat keluarga dan keyakinan kita, hubungan itu nggak mungkin terjadi. Keluarganya sangat taat, dan Islam nggak memperbolehkan pernikahan antar agama untuk wanita, jadi pilihan itu udah ditutup. Aku juga harus jujur: Aku nggak terlalu religius dan keluargaku juga nggak - kami lebih ke Muslim secara budaya karena latar belakang kami. Aku nggak butuh ceramah tentang ketidakpercayaan atau hukuman; aku tahu aku telah berbuat dosa dan komentar kayak gitu nggak bakal membantu. Kami udah ngobrol sekitar sebulan yang lalu, tapi aku masih berjuang untuk melepaskan. Aku udah bicara sama teman-teman, tapi itu nggak membantu. Dia bener-bener orang yang baik dan aku khawatir nggak bakal nemu seseorang kayak dia lagi. Apa boleh aku bicara dengan orang dewasa atau seseorang yang tahu di masjid (atau mentor Muslim lain yang dipercaya) untuk bimbingan umum tentang bagaimana mengatasi dan melanjutkan? Aku tahu ini mungkin banyak yang diminta. Orang tuaku nggak pernah bawa aku ke masjid saat aku tumbuh dewasa dan aku juga belum pergi sendiri, jadi aku nggak tahu gimana mendekati hal-hal ini atau siapa yang harus diajak bicara. Aku bisa bilang ke orang tuaku, tapi itu bisa bikin mereka kecewa dan merusak kepercayaan mereka. Aku sadar ini pertanyaan yang canggung - tolong jangan marah karena pilihan masa laluku. Aku bener-bener mencari saran dan bakal sangat berterima kasih untuk bimbingan apapun tentang bagaimana mengatasi perasaan ini dan menemukan jalan ke depan, Insha’Allah. JazakAllahu khairan sudah membaca.

+232

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Sama seperti perahu sebelumnya - itu memudar meskipun saat ini terasa permanen. Ya, bicaralah dengan seseorang yang baik di masjid atau kerabat tua yang kamu percayai dan tidak akan mempermalukanmu. Dan jangan terlalu keras pada dirimu sendiri; kamu sedang belajar. Insha’Allah kamu akan menemukan kedamaian dan jalan yang benar.

+3
Diterjemahkan otomatis

Kamu sudah melakukan hal yang berani dengan menerima kenyataan-itu sangat besar. Seorang imam atau penasihat komunitas yang tepercaya bisa memberikan alat untuk menghadapi dan kenyamanan berbasis deen. Kalau masjid terasa sulit, coba grup dukungan Muslim online atau penasihat perempuan. Gak apa-apa kok untuk mencari bantuan, serius.

+18
Diterjemahkan otomatis

Jujur aja, aku bakal menghindari meresapi rasa bersalah yang berat terkait agama. Cari cara yang praktis buat menghadapi: sibukkan diri, tetapkan tujuan kecil, batasi kontak jika memungkinkan. Kalau kamu butuh bantuan spiritual, seorang mentor perempuan yang lembut di masjid bisa jadi langkah pertama yang baik. Kirimkan cinta dan kesabaran, saudariku.

+5
Diterjemahkan otomatis

Saya mengalami sesuatu yang mirip; berbicara dengan wanita yang lebih tua dan penuh kasih di masjid saya membantu saya memproses perasaan tanpa rasa malu. Kamu tidak perlu mengakui semuanya kepada orang tua kamu sekarang. Santai saja, cari dukungan, dan bersikap lembut pada diri sendiri. Kamu akan sembuh, jujur saja.

+13
Diterjemahkan otomatis

As-salamu alaykum sis, maaf ya kalau kamu lagi merasa sakit. Ngobrol sama orang tua yang baik di masjid bisa jadi membantu - mereka nggak harus menghakimi, cuma membimbing. Mungkin bisa mulai dengan mentor atau konselor wanita biar kamu merasa lebih aman. Beri diri kamu waktu, dan jangan terburu-buru buat keputusan. Kirim doa untuk kejelasan, Insha’Allah.

+11

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar