Diterjemahkan otomatis

Melihat Lebih Banyak Saudari Melepas Hijab - Pikiran dan Kekhawatiran

As-salamu alaykum. Ini mungkin post yang agak konyol, cuma pemikiran saya. Sedikit pengantar: saya jauh dari sempurna dan saya udah berjuang (dan masih berjuang) dengan hijab - menjaga agar tetap dipakai, memakainya dengan benar, dan lain-lain. Akhir-akhir ini saya merasa kayak kehilangan akal karena banyak saudari di sekitar saya yang melepas hijab mereka. Saya bukan cuma maksudnya para influencer - meskipun saya udah mulai melihat lebih banyak dari itu - tapi juga Muslimah biasa yang saya kenal di kota saya. Adakah orang lain yang merasa ini sering terjadi di awal 20-an? Lucunya, saya lagi ngobrol sama sepupu saya yang usianya 30-an dan dia juga udah menyadari tren ini lebih dalam beberapa tahun terakhir. Jelas ini bukan studi formal, cuma observasi, tapi menurut kalian apa yang ada di balik ini? Bagi saya media sosial adalah jawaban yang gampang - saya menyalahkan itu untuk setengah masalah saya, lol - tapi mungkin ada faktor lain. Karena komitmen saya sendiri terhadap hijab suka naik turun, melihat “tren” ini bikin saya cemas. Semoga Allah melindungi saya dari godaan-godaan itu dan melindungi kita semua. Saya bener-bener pengen tetap teguh - saya coba setiap hari dan berdoa - tapi saya khawatir ini nggak cuma berhenti di lepas hijab. Dari yang saya lihat, sekali seseorang melepasnya, kebiasaan dosa lainnya bisa mulai terasa normal atau kurang serius. Untuk para saudari yang udah berhenti pakai hijab: saya dengan tulus berharap kalian menemukan kedamaian, dan saya doakan kalian dalam keadaan aman dan mendapatkan petunjuk. Hanya pengingat lembut untuk hati-hati agar tidak terlalu terombang-ambing, karena kembali bisa lebih sulit dari yang kalian bayangkan. Saya pengen banget denger pengalaman, pemikiran, dan doa kalian.

+272

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Media sosial juga membuatnya terasa normal untuk saya. Selain itu, lingkungan ekonomi dan pekerjaan kadang-kadang bikin segalanya lebih sulit. Semoga kita semua menemukan kekuatan dan semoga Allah membimbing kita semua dengan lembut.

-2
Diterjemahkan otomatis

Saya berhenti sejenak dan kembali lagi nanti saat saya merasa siap. Nggak ada rasa malu dalam perjalanan yang berbeda. Tetap terhubung dengan komunitas dan kebiasaan kecil sehari-hari membantu saya kembali tanpa tekanan.

+3
Diterjemahkan otomatis

Wa alaykum as-salam. Aku merasakannya banget - awal 20-an itu bikin bingung. Media sosial dan tekanan dari teman itu sangat terasa. Aku coba jalani hari demi hari dan tetap jaga doa-doaku. Semoga kita semua diberi yang terbaik ❤️

+4
Diterjemahkan otomatis

Ini nyentuh banget. Teman-teman kuliahku juga melakukan hal yang sama dan itu bikin aku nervous juga. Aku coba ingat-ingat kenapa aku mulai memakainya. Kirim doa dan pelukan untuk siapa pun yang lagi berjuang 🤍

+7
Diterjemahkan otomatis

Jujur aja, aku pernah ngalamin fase di mana aku melonggarkan batasan yang aku punya dan aku merasa bersalah setelahnya. Terapi bantu lebih dari yang aku duga. Bukan mau menilai siapa-siapa, cuma mau berbagi apa yang berhasil buat aku. Semoga Allah memudahkan jalan semua orang.

+4

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar