Diterjemahkan otomatis

Mahasiswa Farmasi Tahun Kedua dengan ADHD: Hanya Perlu Mencurahkannya

Assalamu alaikum semuanya, Maaf untuk postingan yang panjang. Aku sudah berusaha membuatnya singkat, tapi sejujurnya aku hanya perlu mencurahkan semuanya. Aku mahasiswa farmasi dan besok ada ujian. Aku mentok karena kurang terorganisir, menyerah, dan menghabiskan sore dengan tidur dan main hp. Aku merasa kekosongan yang aneh ini, seperti tidak merasakan apa-apa, bahkan tidak ada dorongan untuk menangis. Yang paling menyakitkan adalah semua waktu yang kuhabiskan untuk mata kuliah ini bisa dialihkan ke yang lain. Aku punya liburan seminggu di mana aku harus belajar tiga mata kuliah, jadi setiap jam berarti. Aku sebenarnya tidak terlalu ingin pergi ujian karena rasanya sia-sia datang seperti ini. Aku tahu ibu tidak akan senang, tapi semester lalu aku berusaha belajar semuanya dalam seminggu dan tetap gagal. Meski aku tahu ujian ini ada perbaikan, jadi belum semuanya hilang. Ada ibu yang bisa kubicarakan, tapi aku menghindarinya karena aku selalu datang padanya dengan masalah motivasi yang sama dan aku tidak ingin menjadi beban. Dan tidak, aku tidak ingin ganti jurusan. Aku cinta jurusan ini. Salah satu mimpiku, insha'Allah, adalah mengembangkan obat alami yang terjangkau untuk ADHD, terutama karena di banyak negara Muslim pilihannya sedikit. Aku punya ADHD, punya pengalaman buruk dengan obat dan psikiater, dan saat ini tidak minum obat. Ini sesuatu yang masih kucari tahu. Masalah sebenarnya adalah aku sudah tahun kedua dan ini terus terjadi. ADHD berarti aku butuh waktu jauh lebih lama daripada orang lain, usaha dua kali lipat untuk hasil yang sama. Dan orang di luar tidak melihatnya-mereka mengira aku baik-baik saja, padahal kenyataannya aku memberikan semua yang kupunyai hanya untuk lulus. Aku lelah dengan pola ini yang terulang terus. Ada kefrustrasian yang mengganjal di dadaku yang tidak bisa kuhilangkan, dan aku tidak punya energi tersisa untuk apa pun. Makanya aku berbagi di sini, karena aku tahu ada Muslim dengan ADHD yang bisa memahami apa yang kurasakan. Entah aku mencari nasihat, sekadar curhat, atau hanya ingin tahu apakah ada yang mengalami hal serupa. JazakAllah khair sudah mendengarkan.

+21

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Saudari, aku merasakan ini dalam jiwaku. Aku juga mahasiswa kedokteran dengan ADHD dan perjuangan 'dua kali usaha untuk hasil yang sama' terasa sangat menyentuh. Insha'Allah ujianmu berjalan lebih baik dari yang kamu bayangkan. Jangan menyerah pada proyek obat impianmu!

+2

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar