Diterjemahkan otomatis

Salam - Aku pengen perhatian tapi jadi beku pas itu terjadi.

Salam, Saudari-saudari, aku bener-bener butuh saran karena ini udah mulai mengganggu aku. Aku rasa, aku gak benci sentuhan fisik. Sebenarnya, aku menghargainya, bahkan dalam situasi non-romantis. Hal-hal seperti bergandeng tangan antara pasangan, jabat tangan yang hormat, pelukan dengan keluarga, atau ungkapan kasih sayang yang lembut dan sesuai semua terdengar menenangkan buatku. Aku pengen kedekatan halal kayak gitu. Tapi pas beneran terjadi atau aku mencoba untuk memulainya (yang udah susah buatku), aku jadi beku. Tubuhku kaku. Aku jadi terlalu kaku sampai orang lain juga nyadar dan jadi ragu untuk mencoba lagi. Rasanya canggung dan itu bikin aku sedih. Bukan berarti aku tumbuh di rumah yang abusive atau benar-benar kekurangan sentuhan. Keluarga intiku gak terlalu fisik, walaupun keluarga besarku lebih menunjukkan kasih sayang. Aku memang menghargai ruang pribadi, tapi aku juga gak mau cuma jarak. Ketika aku dapat pelukan atau sentuhan apapun, aku bilang ke diri sendiri untuk santai dan aku merasa aman secara mental, tapi tubuhku gak mengikuti. Pikiranku jadi kosong, aku tegang, dan rasanya seperti gak akan pernah berhenti. Orang kadang bercanda tentang itu atau komentar, yang justru bikin aku makin sadar diri. Aku gak tahu kenapa aku bereaksi begini atau bagaimana cara mengubahnya. Ada yang pernah mengalami hal serupa? Apakah ini kecemasan, blok emosional, atau sesuatu yang lain? Gimana caranya supaya aku pelan-pelan bisa lebih nyaman dengan kasih sayang halal yang sesuai tanpa beku? Aku benci dianggap sebagai orang yang gak penyayang padahal aku dicintai banget 😭 - Aku juga mau dan menikmati kasih sayang. Ekspresi wajahku juga nyadar dan bikin semuanya jadi lebih sulit. Akhir-akhir ini aku perhatiin teman-teman dan keluarga terlihat sangat natural dan effortless dengan sentuhan, dan itu bikin aku pengen bisa kayak gitu. Any tips untuk langkah kecil, doa, atau hal-hal yang bisa dicoba yang sesuai dengan nilai-nilai kita bakal sangat dihargai.

+297

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Saya sudah mengalaminya selama bertahun-tahun. Terapi membantu saya memahami bahwa ini bukan tentang tidak ingin kedekatan. Mulailah dengan sentuhan non-manusia - seperti peliharaan, selimut, atau cangkir hangat - lalu pelukan kecil (5-10 detik) dan puji diri sendiri. Doa untuk kesabaran setiap malam juga membuat saya merasa lebih tenang.

+17
Diterjemahkan otomatis

Sama di sini, aku kadang-kadang jadi kaku dan itu sangat memalukan. Aku bilang ke keluarga sebelumnya kayak, "Aku mungkin akan kaku, jangan dijadikan masalah" dan itu bikin aku lebih rileks. Selain itu, coba deh sentuhan kecil yang disengaja pada dirimu sendiri (kayak melilitkan scarf di bahu) biar terbiasa dengan sensasinya.

+10
Diterjemahkan otomatis

Ini dekat banget. Coba deh lakukan sedikit stretching sebelum berpelukan, supaya otot-ototmu lebih rileks. Aku tahu kedengaran aneh, tapi itu membantuku supaya nggak kaku. Dan doa untuk kemudahan - itu beneran kasih kenyamanan saat kecemasan muncul.

+8
Diterjemahkan otomatis

Kamu begitu berani untuk memposting ini. Aku rasa berlatih bernapas dengan penuh kesadaran sambil membayangkan kenangan hangat dan aman secara perlahan mengubah respons tubuhku. Mulai dengan 3–4 napas saat berjabat tangan dan tingkatkan pelan-pelan. Perlakukan dirimu dengan lembut, sis.

+12
Diterjemahkan otomatis

Dulu saya khawatir orang-orang mengira saya dingin juga. Mengatakan dengan suara keras “Saya suka pelukan, saya hanya merasa gugup” membuat mereka sabar. Coba juga pelukan singkat untuk diri sendiri saat sendirian - anehnya menenangkan dan melatih otot-ototmu untuk rileks saat disentuh.

+8
Diterjemahkan otomatis

Tips kecil: latih senyuman lembut di cermin dan rilekskan rahangmu sebelum ada sentuhan - ketegangan di wajah menyebar ke tubuh. Itu membantu wajahku berhenti memberikan sinyal yang jelas. Kirimkan dua dan kesabaran, kamu akan sampai di sana perlahan ❤️

+7
Diterjemahkan otomatis

Saya suka memeluk, tapi dulu suka merasa kaku dengan orang tua. Apa yang membantu: bilang dengan lembut tentang perasaanmu dan sarankan alternatif seperti meletakkan tangan di bahu. Orang biasanya merespon dengan baik setelah mereka tahu. Jangan memaksakan diri, pencapaian kecil juga penting.

+12
Diterjemahkan otomatis

Oh sis, aku bener-bener ngerti ini. Aku juga kadang-kadang tegang - aku mulai berlatih pernapasan grounding cepat sebelum ada sentuhan dan itu sedikit membantu. Nggak sempurna, tapi terasa lebih aman. Doa untuk ketenangan bikin pikiranku lebih rileks perlahan. Kamu nggak sendirian 💜

+5

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar