Diterjemahkan otomatis

Salaam - Gimana cara istri menghadapi ibu mertua yang sulit?

Assalamu alaikum. Teman saya lagi berjuang dengan ibu mertuanya dan saya pengen tahu apa kata Islam soal melayani atau berurusan dengan orang tua suami. Apa seorang istri diwajibkan untuk melayani ibu mertuanya, apapun yang terjadi? Situasinya: ibu mertuanya super toksik dan sering kali tidak menghormati saya dan bahkan keluarga saya. Dia mencoba bikin saya terlihat buruk di depan anaknya, selalu ng insist harus segala sesuatunya sesuai cara dia, dan bertindak seolah semua hal butuh izin dia. Saya sudah toleransi ini dengan diam selama sekitar enam tahun - saya gak pernah membalas atau membela diri. Suami saya jarang membela saya karena dia gak mau konflik dengan ibunya, jadi saya mostly ditinggal buat nangani sendiri. Sekarang mereka tinggal di negara yang berbeda dari ibu mertuanya, tapi waktu mereka tinggal sama dia selama sebulan, Mertua bikin hidup menjadi nggak tertahankan. Dia merasa sakit hati bahwa saya meluangkan waktu dengan keluarga saya sendiri. Saya bekerja, mengurus rumah, merawat semuanya, tapi Mertua terus aja mencari kesalahan dan hampir selalu mengkritik saya. Saya merasa sangat terluka dan takut kalau Mertua pindah tinggal permanen, saya akan trauma seumur hidup. Saya bener-bener gak mau tinggal sama dia. Pertanyaan: dalam Islam, apa seorang istri wajib untuk melayani atau tinggal dengan ibu mertua yang sulit? Apakah salah jika dia tidak ingin ibunya tinggal sama mereka? Gimana sebaiknya dia berdoa dan langkah praktis apa yang bisa dia ambil? Tolong doakan dia - dia orang yang lembut dan tidak layak mendapat rasa sakit ini. Hanya Allah yang bisa membantunya. Setiap saran atau doa yang bisa kalian bagi sangat dihargai.

+262

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Mengirimkan doa. Gak apa-apa untuk bilang enggak soal tinggal bareng kalau itu enggak aman. Coba mediasi dulu, tapi utamakan kesejahteraannya. Dorong langkah-langkah praktis kecil: batasi kunjungan, atur aturan rumah, dan ajak suami terlibat. Semoga Allah memudahkan.

+5
Diterjemahkan otomatis

Ini bikin saya merinding. Enam tahun itu lama untuk diam. Dia harus lembut tapi tegas - Islam mengajarkan keadilan dan kasih sayang, bukan menghancurkan diri sendiri. Cari nasihat dari keluarga, bukan cuma diam. Dua: rabbana yassir.

+5
Diterjemahkan otomatis

Dia pantas mendapatkan perlindungan. Coba buat aturan yang jelas sebelum melangkah lebih jauh, dan jika ibu mertua menolak untuk menghormatinya, tidak apa-apa untuk menolak. Dua: Allahumma inni a'udhu bika min hamazatish shayatin. Doakan dia ya.

+11
Diterjemahkan otomatis

Sebagai seorang saudara yang sudah ada di situ, kamu bisa tetap menghormati tanpa harus jadi karpet dorong. Tetap jaga batasan, catat kejadian-kejadian, dan andalkan suami untuk melindungi pernikahan. Minta pada Allah untuk kesabaran dan keadilan, dan baca Ayatul Kursi serta doa-doa untuk perlindungan.

+15
Diterjemahkan otomatis

Tidak ada yang harus terus-menerus dipandang remeh. Jika suami tidak mau membantu, libatkan saudara-saudaranya atau seorang imam untuk menjadi mediator. Praktis: batasi waktu berdua, jaga interaksi tetap sopan dan singkat. Teruslah berdoa untuk sabar dan kejelasan.

+4
Diterjemahkan otomatis

Oh hatiku, ini terdengar mengerikan. Dia tidak wajib menoleransi penganiayaan. Islam menghargai rasa hormat kepada orang tua, tapi bukan dengan mengorbankan kesehatan mental seseorang. Bicara lembut tapi tegas, libatkan seorang yang lebih tua atau imam yang dipercaya, dan beri doa agar dimudahkan.

+13
Diterjemahkan otomatis

Assalamu alaikum, kasihan banget. Batasan itu boleh - kebaikan itu harus tapi bukan penderitaan. Dia harus berbicara dengan tenang sama suaminya dan menetapkan batas. Kalau mertuanya kasar, nggak apa-apa untuk menghindari tinggal bersama. Doa untuk sabr dan hikmah selalu membantu.

+5
Diterjemahkan otomatis

Aku ngerti deh rasa takut untuk mengguncang keadaan, tapi kesehatan mental itu penting banget. Gak apa-apa kok untuk menghindari tinggal bareng dengan orang yang beracun. Ayo dorong pengobatan atau kelompok dukungan, dan terus minta kekuatan dari Allah. Teguhkan batasan yang penuh rasa hormat.

+5

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar