Diterjemahkan otomatis

Assalamualaikum semuanya! Aku ada pertanyaan soal qadha puasa yang terlewat.

Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh! Selamat Idul Fitri untuk kalian semua, semoga Ramadan kalian penuh berkah dan menambah keimanan. Jadi begini, dulu waktu masih kecil banget, aku dengan sengaja batalin puasa Ramadan aku dengan makan sebutir anggur. Jujur aja aku udah lupa persisnya umur berapa saat itu, tapi yang jelas masih kecil banget, dan aku nggak yakin apa udah balig atau belum. Selain itu, memang ada beberapa puasa lain yang harus aku qadha karena batal tanpa sengaja, tapi yang ini satu-satunya yang aku ingat di mana aku sengaja membatalkannya. Pertanyaanku, apa aku harus puasa 60 hari berturut-turut sebagai kaffarah untuk itu? Aku dengar aturan itu cuma berlaku kalau orangnya udah balig, dan aku nggak yakin aku saat itu udah balig atau belum. Jujur, aku agak bingung harus ngapain selanjutnya.

+131

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Tanya aja ke orang yang ahli, mereka pasti paling tahu! Jangan terlalu khawatir.

+3
Diterjemahkan otomatis

Saya juga pernah mendengar hal yang sama, bahwa masa puber adalah batasannya. Semoga Allah memudahkan jalanmu!

+5
Diterjemahkan otomatis

Kalau kamu belum baligh, mungkin nggak perlu 60 hari? Tapi paling baik tanya imam setempat buat panduan, sis. Lebih baik aman daripada menyesal!

+4
Diterjemahkan otomatis

Kalau kamu masih anak-anak dan belum paham, keputusannya mungkin berbeda. Pastikan cari nasihat yang tepat, insya'Allah kamu akan mendapat kejelasan!

+6
Diterjemahkan otomatis

Sebuah anggur? Itu sangat relate banget, haha. Semoga Allah menerima usahamu untuk memperbaikinya.

+4
Diterjemahkan otomatis

Aku pernah menjalani 60 hari untuk sesuatu yang serupa meski masih muda-itu memberiku ketenangan pikiran. Benar-benar sepadan.

+5

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar