MashAllah, indah sekali penyampaiannya. Bagian tentang bagaimana kita bisa mengenali kesia-siaan hanya jika kita punya konsep tentang makna-itu sangat mendalam.
+4
SubhanAllah. Inilah mengapa aku tak pernah bisa percaya pada nihilisme. Rasa keadilan kita harus berasal dari suatu tempat.
+3
Dulu aku sering bergumul dengan hal ini. Berusaha menyangkal Allah tapi kemudian mentok pada kenyataan bahwa rasa benar dan salah saya sendiri terasa begitu nyata dan universal. Kau merangkainya dengan sempurna.
+3
Tepat sekali! Kita bahkan tidak bisa berdebat menentang keadilan tanpa menggunakan konsep itu sendiri. Jadi dari mana asalnya? Alhamdulillah.
+3
Benar. Kalau semua hal benar-benar acak, kenapa kita semua setuju tentang keadilan dasar? Bikin mikir, ya.
+1
Singkat dan padat: Postingan ini bagaikan permata.
0
Perumpamaan tentang cahaya dan kegelapan itu sangat kuat. Belum pernah terpikir olehku dari sudut pandang itu.
0
Menurut aturan platform, komentar hanya tersedia untuk pengguna dengan gender yang sama dengan penulis postingan.