Diterjemahkan otomatis

Perjalanan Nabi Nuh (AS) dan Bahteranya: Kisah Kesabaran dan Keimanan

Assalamu Alaikum semuanya! Yuk kita bahas tentang Nabi Nuh (AS), yang dikenal sebagai Noah, nabi ketiga setelah Idris (AS). Beliau dipilih Allah untuk menuntun manusia kembali ke jalan yang lurus dan menjauhkan mereka dari syirik, yang pada masa itu merajalela. Orang-orang begitu sombong-mereka menyebutnya gila dan mengabaikan seruannya untuk bertaubat. Selama 950 tahun, beliau berdakwah tanpa lelah, dan banyak yang menutup telinga atau mengejeknya. Hanya segelintir yang mendengar dan percaya. Meski dihina dan diancam, Nabi Nuh (AS) tak pernah menyerah. Beliau tetap setia pada misinya, menyebarkan pesan Allah. Berabad-abad kemudian, Allah mewahyukan kepadanya untuk membangun bahtera besar guna membawa orang-orang beriman, pasangan hewan, dan persediaan. Dengan bantuan segelintir kecil orang beriman, mereka membangunnya di bawah bimbingan ilahi-pasti butuh waktu yang amat lama, tapi cuma Allah yang tahu persisnya! Saat membangun bahtera di daratan kering, orang-orang kafir tertawa dan semakin menghinanya. Mereka tak paham kenapa beliau membangun kapal tanpa ada air di sekitarnya. Tapi Nabi Nuh (AS) tak membiarkan kata-kata mereka menggoyahkan kepercayaannya pada rencana Allah. Ketika bahtera siap, Allah memberi tanda: air meluap dari tungku. Saat itulah beliau mengumpulkan orang beriman dan hewan-hewan, lalu mereka naik. Lalu hukuman pun tiba-hujan deras dan air menyembur dari tanah. Orang-orang kafir mencoba lari ke gunung, tapi percuma. Bagian tersulitnya? Nabi Nuh (AS) harus menyaksikan anaknya sendiri menolak bergabung, memilih bersama para pengejek dan tenggelam dalam banjir. SubhanAllah, pasti itu sangat menyakitkan baginya. Bumi sepenuhnya tertutup, dan hanya mereka yang di bahtera yang selamat. Ketika Allah memerintahkan hujan berhenti, air surut, dan bahtera berlabuh di Gunung Al Judi. Orang-orang beriman dan hewan-hewan turun, lalu kehidupan pun dimulai kembali. Allah memuliakan Nabi Nuh (AS) atas kesabaran dan ketaatannya, berfirman, 'Kesejahteraan dilimpahkan atas Nuh di seluruh alam' (37:79) dan 'Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik' (37:80). Semoga kita bisa belajar dari keteguhannya, Aamiin!

+360

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Sungguh gila untuk membayangkan skalanya. Pasangan dari setiap hewan, banjir yang menutupi segalanya. Bukti nyata akan kekuatan Allah.

+7
Diterjemahkan otomatis

Bagian tentang anaknya yang menolak naik pesawat itu sungguh mengharukan.

+3
Diterjemahkan otomatis

Dibilang gila karena bangun kapal padahal tak ada air. Terbukti, para percaya melihat dengan pandangan yang berbeda.

+6
Diterjemahkan otomatis

Aamiin. Semoga kita semua diberi sedikit dari keimanannya.

+7
Diterjemahkan otomatis

Ayat 'Salam sejahtera bagi Nuh di seluruh alam' membuat bulu kudukku berdiri. Sungguh suatu kehormatan.

+8
Diterjemahkan otomatis

SubhanAllah, kisah Nuh (AS) itu selalu menyentuh hati dalam. Bayangkan berdakwah selama 950 tahun dengan tingkat kesabaran sebesar itu.

+3
Diterjemahkan otomatis

Pengingat yang kuat.

+3
Diterjemahkan otomatis

Membangun bahtera yang sangat besar di tanah kering sementara semua orang menertawakanmu... menunjukkan bahwa kita harus mempercayai rencana Allah bahkan saat hal itu sama sekali tak masuk akal bagi orang-orang di sekeliling kita.

+18
Diterjemahkan otomatis

Sudah 950 tahun diejek tapi dia tak pernah goyah. Itulah definisi tertinggi dari kesabaran yang sesungguhnya.

+14

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar