verified
Diterjemahkan otomatis

Pengamat Politik Pertanyakan Mengapa Kepala Daerah Masih Nekat Korupsi di Tengah Maraknya OTT KPK

Pengamat Politik Pertanyakan Mengapa Kepala Daerah Masih Nekat Korupsi di Tengah Maraknya OTT KPK

Pengamat politik Adi Prayitno mengaku heran masih ada kepala daerah yang nekat melakukan korupsi meski operasi tangkap tangan (OTT) KPK terus berlangsung. Ia mempertanyakan apakah para pejabat daerah tidak mampu membedakan tindakan yang berisiko melanggar hukum. Adi menegaskan, penindakan korupsi tidak memandang latar belakang politik atau jabatan. Sejumlah kasus membuktikan bahwa gubernur, bupati, wali kota, hingga oknum penegak hukum dapat diproses jika terbukti melakukan korupsi. Ia menilai, maraknya kasus ini memperkuat desakan agar hukuman bagi koruptor diperberat, termasuk wacana hukuman mati bagi pelaku dengan dampak kerugian besar. Dampak korupsi dinilai tidak hanya pada nominal uang, tetapi juga kerusakan luas terhadap kehidupan publik. Selain itu, Adi mendukung percepatan aturan perampasan aset hasil korupsi, karena menurutnya yang paling ditakuti koruptor adalah kehilangan seluruh hasil kejahatannya. https://www.gelora.co/2026/07/mengherankan-kepala-daerah-masih-nekat.html

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bukan gak mampu bedain, tapi memang serakahnya udah akut. Perampasan aset itu wajib, biar mereka miskin total, baru kapok.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Hukuman mati? Setuju banget! Tapi kenyataannya vonis koruptor sering ringan, keluar penjara masih bisa nikmati hasil curian. Aset rampasan harus dipercepat biar jera.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar