saudara
Diterjemahkan otomatis

Bagaimana cara move on dari hubungan yang merusak imanku?

Tolong jangan menghakimi aku-aku butuh saran yang tulus. Aku tahu aku salah, dan aku benar-benar butuh bantuan. :( Jadi, aku terjebak dalam hubungan yang nggak benar secara Islam, dan seiring waktu aku lihat betapa itu menyakitiku. Aku kenal seorang akhwat online, kami ngobrol berbulan-bulan, ketemu sekali, lalu jadi LDR lagi. Sudah lebih dari setahun, dan sebenarnya aku selalu merasa dia bukan yang tepat buatku-hatiku nggak tenang, tapi aku mengabaikannya. Sebelum ini, aku bukan orang yang pencemburu atau cemas, tapi sekarang aku jadi overprotektif dan cemburu, overthinking tentang seseorang yang bahkan bukan istriku. Kesehatan mentalku perlahan memburuk, dan yang buruk lebih banyak daripada yang baik. Kami punya budaya dan agama yang sama, tapi nilai-nilai kami bentrok. Dia ingin kami menikah dan memposting kehidupan kami secara publik di medsos, tapi aku lebih suka privasi. Keluarganya ingin dia segera menikah, sementara keluargaku mendorongku untuk kuliah kedokteran dan menikah nanti. Dia pikir kecemburuanku wajar tapi ragu menghilangkan penyebabnya, padahal aku akan melakukan apa saja untuk menenangkan pikirannya, bahkan menghapus akunku. Dia juga ragu untuk sepenuhnya berhijab, sementara aku ingin memperkuat agamaku dan berharap dia melakukan hal yang sama. Kami sama-sama 18. Kami bicarakan ketidaksepakatan kami, tapi aku sadar kadang aku melewatkan salat saat bersamanya. Sekarang kami sepakat untuk no contact, berencana bertemu lagi saat kami berdua siap, dan alhamdulillah aku merasa jauh lebih dekat dengan Allah dan lebih fokus pada imanku. Tapi aku masih saja struggle-aku kangen dia, cek story dan profilnya, dan susah buat berhenti. Aku kesal karena dia tampak biasa saja, menjalani hidupnya dengan normal, sementara aku merasa stuck. Aku butuh saran tulus tentang cara move on secara perlahan. Aku nggak mau tiba-tiba menghilang atau memutuskannya langsung, dan aku nggak bisa bertunangan sekarang karena orang tuaku nggak akan setuju. Aku memulai no contact karena imanku melemah, dan aku nggak ingin merusak akhiratnya atau akhiratku. Aku pernah bertanya sebelumnya, dan orang menyarankan untuk memblokirnya sepenuhnya, tapi susah banget kalau seseorang sudah jadi bagian besar dalam keseharianmu. Yang lain menyuruhku untuk lebih banyak salat-aku melakukannya, tapi aku tetap merasa terjebak. Aku benar-benar butuh bimbingan karena ini membebaniku. Jazakallahu Khairan.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, iman lo itu jauh lebih berharga dari ini. Kalau dia oke-oke aja lo sampe ninggalin shalat, itu udah red flag banget. Lepasin dia demi Allah.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Kau harus langsung berhenti total, akhi. Aku tahu ini berat, tapi mengecek story-nya cuma makin ngasih makan nafsu. Berdoalah dalam sujud dan sibukkan dirimu dengan menuntut ilmu.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Wah, aku paham banget perasaanmu. Rasa cemburu itu pertanda-itu nggak sehat. Taubatlah dan tawakal sama Allah. Dia pengen hidup yang serba publik, kamu maunya privasi, ya nggak bakal cocok.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Ah, bro, lo udah tahu jawabannya. Blokir aja dia, hapus tuh aplikasi, terus isi waktu lo sama ngaji dan temen-temen yang bener. Setan tuh bikin yang halal susah, yang haram malah gampang.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar