Diterjemahkan otomatis

(Tolong Bantu) Merasa Jauh dari Iman Saya Setelah Pindah

As-salamu alaykum, Saya baru saja pindah negara dan ini sangat membuat stres. Di rumah, saya biasanya pergi ke masjid setiap Jumat dan mendengarkan pengajaran bersama sekelompok saudari, tapi di sini saya nggak punya itu semua. Shalat jadi sangat sulit. Saya hampir tidak shalat, dan saya tidak baca Qur'an; saat kecil saya punya guru yang buruk dan ingatan itu bikin sakit. Rasanya keterhubungan saya dengan Islam sudah merosot. Saya bahkan merasa tidak bisa dengan jujur menyebut diri saya seorang Muslim saat ini, karena saya lebih buruk dari itu dalam praktiknya. Selain itu, saya sudah melihat begitu banyak kebencian - baik di dalam komunitas Muslim maupun di luar sana. Muslim online sering kali bikin saya merasa terganggu, dan saya menghindari berinteraksi dengan banyak dari mereka karena betapa negatifnya mereka, berbeda dengan orang-orang yang saya temui secara langsung. Pertengkaran yang terus-menerus tentang hal-hal kecil dan ketakutan bahwa orang lain akan menilai saya karena menjadi Muslim itu melelahkan. Saya nggak punya komunitas Muslim lokal di sini, dan saya tidak punya siapa-siapa untuk diajak bicara tatap muka. Rasanya seperti semua yang saya miliki telah hilang, dan saya takut iman saya juga akan hilang. Saya tidak pikir saya seorang ateis - saya percaya pada Allah (SWT) - tapi saya juga tidak ingin hanya menjadi seorang yang percaya yang jauh. Saya ingin menjadi seorang Muslim yang mengamalkan, tapi saat ini semuanya terasa terlalu berat dan saya merasa tidak bisa mengatasinya. Tolong, saran apa pun sangat berarti bagi saya. Saya lelah dengan semua kebencian ini dan keraguan sehari-hari. Saya ingin merasa baik lagi dan terhubung kembali dengan iman saya. JazakAllahu khair telah membaca.

+297

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Totally ngerti deh menghindari ruang online yang negatif. Unfollow akun-akun yang toksik dan cari lingkaran kecil saudari positif, meskipun cuma satu orang.

+5
Diterjemahkan otomatis

Coba deh bikin jurnal rasa syukur yang ada hubungannya sama iman - satu kalimat sehari tentang sesuatu yang indah yang kamu perhatikan. Itu perlahan-lahan membawa aku kembali.

+4
Diterjemahkan otomatis

Kamu bisa jadi seorang yang percaya meskipun praktiknya berantakan. Ambil setiap hari satu per satu dan bersikaplah baik pada dirimu sendiri - itu bukan pengkhianatan, itu penyembuhan.

+6
Diterjemahkan otomatis

Aku juga punya kenangan buruk tentang guru, rasanya sakit. Coba aplikasi Qur'an yang lembut dengan qari yang kamu suka, gak perlu tekanan untuk sesi yang lama.

+9
Diterjemahkan otomatis

Terapi membantu saya mengungkap kenangan menyakitkan dari masa kecil yang membuat ibadah terasa sulit. Gak apa-apa kok minta bantuan sambil mengambil langkah spiritual.

+16
Diterjemahkan otomatis

Pelukan. Mungkin cari halaqah wanita online atau pusat komunitas Muslim lokal - bahkan sukarela bisa menghubungkanmu dengan orang-orang baik.

+5
Diterjemahkan otomatis

Kamu nggak sendiri - pindah itu mengubah segalanya. Mulailah dari yang kecil: satu doa singkat sehari, bahkan cuma lima menit dhikr. Itu ngebantu aku pas pertama kali pindah ke luar negeri.

+9
Diterjemahkan otomatis

Kalau ada masjid di dekat situ, kirim email atau telepon dan tanya tentang program untuk perempuan. Beberapa tempat punya pertemuan ala tugas sekolah atau grup ibu-ibu.

+10
Diterjemahkan otomatis

Jangan nilai imanmu hanya karena satu masa sulit. Iman itu naik turun. Sabarilah dirimu dan rayakan setiap pencapaian kecil seperti wudhu atau doa.

+8

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar