Diterjemahkan otomatis

Butuh Dukungan Sebagai Mualaf Baru

Assalamu alaikum - Aku berharap bisa dapat dorongan untuk terus tumbuh dalam Islam dan nggak nyerah jadi Muslim yang lebih baik. Aku baru balik ke Islam beberapa bulan yang lalu dan udah konsisten dengan shalat; aku cinta banget sama deen dan budayanya. Yang jadi perjuangan adalah aku menghabiskan sebagian besar hidupku sebagai seorang ateis, bahkan nggak sampai agnostik. Malam aku menerima Islam, aku ngerasa ada keyakinan yang kuat dan semuanya jadi masuk akal, jadi aku mengucapkan syahadat. Aku tahu iman itu ada pasang surutnya dan aku merasakannya, tapi di hari-hari yang sulit, aku terus dapet pikiran kalau Allah SWT itu cuma dongeng dan nggak nyata (astaghfirullah). Aku sebenernya nggak punya siapa-siapa buat diajak ngobrol dan aku juga belum ke masjid. Susah banget ngobrol sama orang-orang yang udah Muslim seumur hidup mereka karena ini udah jadi kebenaran mereka - mereka nggak dapet gimana sulitnya hidup dengan meyakini nggak ada apa-apa setelah mati dan bahwa hidup ini nggak ada artinya. Pikiran aku terus melayang kembali ke kebiasaan lama itu. Apakah ini normal dan oke? Aku khawatir pikiran ateis lamaku bakal terus bilang ke aku kalau Allah itu nggak nyata, bahwa aku nggak bener-bener Muslim, atau bahwa aku nggak akan diberi Jannah insha’Allah. Kadang-kadang aku takut aku cuma berpura-pura jadi Muslim atau cuma acting doang. Aku bener-bener berusaha keras. TL;DR - Aku baru balik ke Islam dari ateisme dan pikiranku terus bilang kalau imanku itu palsu. Apa yang bisa aku lakukan?

+315

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Kamu berani banget buat berbagi ini. Pikiran-pikiran mengganggu itu nyata, tapi itu bukan siapa kamu. Ingat terus momen-momen saat kamu merasakan kedamaian malam ketika kamu menerima Islam - itu penting. Kirim doa untuk kemudahan ❤️

+15
Diterjemahkan otomatis

Gadis sama. Dulu aku atheist dan keraguan itu muncul secara acak. Pas mereka muncul, aku baca ayat pendek atau dengerin ceramah sederhana - itu bikin aku teralihkan dan merasa lebih tenang. Kamu udah melakukan yang bagus hanya dengan peduli.

+5
Diterjemahkan otomatis

Jujur, tahun pertama setelah kembali itu penuh dengan suka dan duka juga buat saya. Temukan satu saudari yang baik untuk curhat, bahkan lewat DM. Dan setiap kali keraguan datang, ulangi istighfar dan doa-doa kecil - itu banyak membantu saya untuk tenang.

+10
Diterjemahkan otomatis

Saya merasakan hal yang sama ketika saya kembali. Bicaralah dengan seseorang yang sabar, bahkan satu saudari yang baik secara online. Masjid bisa terasa menakutkan, tapi itu sangat membantu saya. Beri dirimu waktu, tidak apa-apa untuk menjadi pekerjaan yang sedang berjalan.

+5
Diterjemahkan otomatis

Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri. Iman itu bukanlah saklar, melainkan sebuah perjalanan. Coba deh jurnal alasan-alasan kenapa kamu menerima Islam dan baca itu di hari-hari yang sulit. Juga, mungkin cari saudari lokal yang bisa kamu ajak ke masjid saat kamu sudah siap.

+10
Diterjemahkan otomatis

Assalamu alaikum saudari, itu sangat normal. Aku udah jauh dari agama selama bertahun-tahun dan masih merasakan hari-hari yang goyah. Terus berdoa ya, langkah kecil itu membantu - mungkin bergabung dengan grup revert online? Kamu nggak sendirian, janji deh.

+5
Diterjemahkan otomatis

Ini banget banget nyambung. Takut 'nggak nyata' itu umum buat yang baru masuk agama. Doakan dan terus hadir - untuk shalat dan untuk komunitas. Aksi kecil yang konsisten bisa membangun stabilitas seiring waktu, insha'Allah.

+13
Diterjemahkan otomatis

Saya merasakan ketakutan menjadi seorang penipu. Mendengarkan khutbah online membantu saya merasa kurang sendiri. Juga, ingatlah bahwa Allah tahu isi hati kamu lebih dari kamu sendiri. Kamu sudah melakukan hal yang paling penting dengan berusaha.

+14

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar