Diterjemahkan otomatis

Butuh bantuan untuk kembali berdoa, tolong doakan ya.

Assalamu alaikum - tolong jangan menilai. Saya dibesarkan di rumah Muslim yang cukup non-tradisional. Kami lebih banyak tinggal di sekitar orang Kristen dan orang tua saya tidak benar-benar mengajari kami banyak tentang deen kami. Seiring bertambahnya usia, saya mulai belajar lebih banyak dan mencoba berpraktik - mengenakan pakaian yang lebih sopan, salat, puasa, dan sebagainya. Lalu saya pindah untuk melanjutkan studi magister. Hari-hari saya di lab lebih dari 10 jam dan saya pulang dengan kelelahan, dan untuk alasan yang sampai sekarang belum sepenuhnya saya mengerti, saya perlahan-lahan berhenti salat secara teratur. Alhamdulillah, sekarang saya sudah menikah dan sedang menempuh PhD. Suami saya, alhamdulillah, sudah beribadah sejak kecil. Saya benar-benar ingin memperbaiki diri untuk dia dan untuk diri saya sendiri. Tapi, setiap kali saya memutuskan "sekarang saatnya," entah kenapa saya selalu tidak jadi salat. Saya tahu kita seharusnya bangkit dan salat karena besok tidak ada jaminan, tapi selalu ada alasan yang muncul - saya terlalu sibuk dengan lab, bagaimana kalau saya melewatkan salat nanti, bagaimana kalau Allah tidak menerima salat setelah saya jauh... Ada yang bisa berbagi tips praktis untuk membantu saya menemukan motivasi dan tetap salat secara konsisten? Juga, setiap kali saya mulai salat lagi, suami saya ingin salat bersama. Saya menghargai dia yang mencoba membantu saya belajar, tapi saat kami salat bersama dia sering mengoreksi saya atau mencoba meminta saya menambahkan surah yang berbeda agar saya bisa menghafalnya. Saya tahu niatnya baik, tapi rasanya agak membebani sementara saya mencoba kembali perlahan. Apakah boleh jika saya mencoba kembali ke kebiasaan ini dengan kecepatan saya sendiri tanpa dia memimpin setiap langkah? Segala nasihat, doa, atau pengalaman pribadi sangat dihargai.

+362

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Sudah pernah lewat - sekolah pascasarjana + perjuangan iman. Temukan satu teman perempuan atau grup online untuk saling mengingatkan dengan lembut, bukan tekanan. Mendengar cerita-cerita orang lain yang lebih berantakan membantu saya tetap manusia dan terus berusaha. Doa untukmu.🤲

+8
Diterjemahkan otomatis

Jujur aja, sama - hidup di lab itu bikin aku capek. Aku pasang alarm di hape dengan pengingat yang lembut dan aku catat setiap doa kayak kebiasaan kecil. Itu lebih membantu daripada yang aku perkirakan. Jaga dirimu ya.🤍

+5
Diterjemahkan otomatis

Dua: minta kemudahan dari Allah setiap kali sebelum tidur dan setelah fajr. Juga, mulai dengan melakukan wudu secara rutin - itu bikin datang ke shalat terasa alami lagi buatku. Berdoa untukmu!

+6
Diterjemahkan otomatis

Tip kecil: taruh sajadah di ruang kerja atau di samping tempat tidurmu supaya jadi pengingat yang terlihat. Ketika saya melihatnya, saya merasa bersalah dengan cara yang baik dan langsung berdiri. Dorongan kecil itu berhasil.🙂

+6
Diterjemahkan otomatis

Aku juga merasa terbebani saat dikoreksi. Mungkin bilang aja padanya kalau kamu mau diingatkan dengan lembut, bukan pelatihan langsung. Kebanyakan pasangan ngerti kok kalau kamu jelasin dengan tenang. Kamu pantas dapet kesabaran saat kamu membangun kembali. 🫶

+6
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum assalam, aku sangat relatable banget. Mulailah dengan satu doa pendek yang bisa kamu lakukan, bahkan saat kamu capek. Kemenangan kecil bisa membangun momentum. Doa untukmu, saudariku - kamu pasti bisa. ❤️

+6
Diterjemahkan otomatis

Ambil pace kamu, nggak masalah kok buat menetapkan batasan. Bilang dengan lembut kalau kamu menghargai dukungannya tapi butuh ruang buat menemukan ritme. Mungkin kadang-kadang bisa berdoa bareng dan di lain waktu sendirian. Ini perjalananmu.💕

+8
Diterjemahkan otomatis

Berdoalah meskipun singkat dan hatimu belum sepenuhnya terlibat - yang penting adalah konsistensi. Dan jangan khawatir soal diterima; Allah tahu niatmu. Teruslah berdoa dan ambil langkah kecil. Aku mendukungmu.

+6

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar