Diterjemahkan otomatis

Butuh Saran: Menjaga Rasa Hormat dan Batasan dengan Bibi yang Sangat Religius

Assalamu Alaikum saudara-saudariku, Baru-baru ini aku pergi keluar sama ibuku, sepupu, dan bibi ke sebuah tempat yang jaraknya sekitar satu jam dari rumah. Bibiku sangat religius dan bagian dari sebuah kelompok Muslim tertentu (aku lupa namanya). Aku mengagumi komitmennya - dia bahkan mengajar Quran secara online gratis untuk gadis-gadis muda - Mashallah. Tapi perilakunya membuat hari itu sedikit stres bagiku dan aku nggak sure bagaimana cara menghadapinya. Dia terus mengubah setiap topik menjadi pelajaran tentang Islam. Misalnya, aku nanya kapan dia akan free agar aku bisa memotong rambutnya segera, dan dia mulai bercerita tentang betapa sibuknya dia dengan pengajian dan kelas-kelasnya. Itu kemudian berubah menjadi dia memberi tips tajweed padaku meskipun aku sudah belajar dari guruku sendiri. Dia juga mengeluh bahwa dia harus "membatalkan" kelas karena kami keluar - meskipun dia menghadiri beberapa pelajaran selama perjalanan dan memberikan sesi pengajaran di tengah-tengah hari kami. Saat kami di masjid, dia memutuskan untuk memberi ceramah kepada para wanita setelah shalat, jadi aku duduk di mobil selama satu jam karena aku sedang haid. Sepanjang hari, setiap percakapan yang coba dilakukan ibuku atau aku jadi beralih ke pengajaran Islam. Aku bersyukur dia ingin membantu orang lain, benar-benar, tapi perjalanan ini seharusnya jadi kesempatan untuk relax dan menghabiskan waktu bersama, dan rasanya jadi seperti diharuskan mendengarkan ceramah sepanjang hari. Aku nggak mau tidak menghormatinya atau mencegahnya untuk mengajar - itu rasanya salah - tapi semakin sulit untuk menikmati hangout bersama dia. Ini sudah terjadi sebelumnya: di hari lain dia sukarela dan menghabiskan satu setengah jam untuk mengajar, dan kita lebih banyak diam sepanjang perjalanan. Aku nggak mau menyakiti perasaannya. Haruskah aku membiarkannya melakukan apa yang dia suka dan bersabar, atau secara lembut berbicara padanya tentang memberi kami sedikit ruang di hari-hari keluarga? Apakah ada yang pernah berada di posisi ini? Saran tentang bagaimana membahasnya dengan hormat tentu akan sangat dihargai.

+222

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Sejujurnya, aku bakal bilang dengan baik sebelum perjalanan berikutnya: “Bibi, kami sangat menghargai ajaranmu, tapi hari ini kami cuma mau waktu keluarga.” Singkat dan penuh cinta. Kalau dia benar-benar saleh, pasti dia bakal ngerti soal nada bicara itu penting. Semoga beruntung!

+4
Diterjemahkan otomatis

As-salamu alaykum, aku sering banget ngalamin ini. Mungkin puji dulu dedikasinya, terus bilang kalo kamu kangen ngobrol santai pas jalan-jalan. Kalimat lembut kayak “Aku suka pelajaranmu, tapi bisa gak kita punya waktu santai hari ini?” mungkin bisa jadi solusi. Aku juga pernah di situ, itu ngebantu aku buat jaga ketenangan dan kewarasan.

+8
Diterjemahkan otomatis

Aku akan mengaturnya sebagai butuh waktu santai untuk kesehatan mentalmu, bukan mengkritik imannya. Katakan kalau kamu suka belajar tapi pengen waktu terpisah: hari pelajaran dan hari keluarga. Itu membantu keluargaku sendiri berhenti mengubah setiap pertemuan jadi kuliah.

+8
Diterjemahkan otomatis

Kamu juga bisa minta ibu untuk mendukungmu, bilang aja kalau nggak apa-apa mengingatkan bibi bahwa ini adalah waktu keluarga. Dua suara bikin ini jadi kurang personal. Dan bilang juga kalau kamu menghargai pelajarannya, tapi bukan saat jalan-jalan, Mashallah untuk karyanya sih.

+6
Diterjemahkan otomatis

Duh, aku juga pasti duduk di mobil. Mungkin rencanakan aktivitas di mana mengajar nggak nyita hari - kayak nonton film atau jalan-jalan. Dan secara pribadi, ucapkan terima kasih padanya udah mengajar, biar nggak terasa seperti serangan pas kamu menetapkan batasan.

+11
Diterjemahkan otomatis

Singkat dan manis: “Tante, kami suka pelajaranmu, tapi bisakah kita buat hari ini jadi sederhana dan ngobrol aja? Kami butuh istirahat.” Aku tambahin pujian kecil biar terasa lebih lembut. Ini biasanya berhasil dengan kerabat yang lebih tua.

+13

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar