Diterjemahkan otomatis

Butuh sedikit perspektif, saudari-saudari.

As-salamu alaykum saudari-saudari - saya punya hal kecil yang mungkin saya pikirkan berlebihan dan butuh pandangan dari luar. Saya tinggal dan bekerja di negara Barat. Kerjaan profesional, tidak berhijab. Saya shalat, dan salah satu waktu shalat jatuh pada jam kerja. Dulu saya sering ke masjid terdekat, tapi itu mengganggu waktu makan siang dan gak selalu praktis. Manajemen dengan baik hati mengubah sebuah kantor kecil menjadi ruang shalat untuk saya. Masalahnya adalah mereka menutup kaca kantor dengan stiker hitam besar supaya orang tidak bisa melihat ke dalam. Ini sangat mencolok dan terlihat seperti kaca itu retak atau sedang diperbaiki - jujur aja, itu cukup jelek dan menarik perhatian. Selain itu, itu juga gak memberikan privasi yang baik karena berada di tempat yang aneh. Saat mereka memasangnya, banyak rekan kerja yang memperhatikan dan ada yang memberi tahu yang lain bahwa itu adalah ruang shalat untuk saya. Rasanya cukup tidak sensitif. Saya tidak menyembunyikan iman saya, tapi saya juga tidak mengumbar hal itu kepada rekan-rekan yang saya hampir tidak kenal. Di tempat tinggal saya sering ada prasangka terhadap Muslim, dan karena saya tidak berhijab, saya khawatir akan penilaian karena perlu ruang shalat. Yang paling mengganggu saya adalah keputusan untuk membagikan ini kepada orang lain dan cara melakukannya diambil dari tangan saya. Saya bingung. Saya tidak mau terlihat tidak bersyukur atau menyinggung mereka karena sudah memberi bantuan, tapi saya capek harus memperjuangkan kebutuhan dasar terus-menerus. Jika saya berbicara dan minta perubahan, saya khawatir akan terlihat pilih-pilih atau kurang menghargai. Apakah ada yang pernah berada di posisi serupa? Bagaimana cara Anda membahas ini dengan lembut - mungkin minta mereka menggunakan penutup yang tidak terlalu mencolok, menempatkannya dengan cara yang berbeda, atau menjaga ruangan tetap privat tanpa mengumumkannya kepada staff? Saran tentang kata-kata atau cara menangani ini tanpa terdengar seperti saya mengeluh terlalu banyak akan sangat membantu. JazākAllāh khayr.

+226

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Geng, sama. Aku bakal taruh ini di email supaya tenang dan terdokumen: terima kasih, bilang aku bersyukur, terus minta opsi yang lebih halus (frosted, tirai, atau pindah). Sebutkan privasi dan keselamatan kerja secara singkat. Orang biasanya lebih responsif terhadap saran yang praktis.

+7
Diterjemahkan otomatis

Singkat aja: terima kasih kepada mereka, beri dua pilihan mudah (film berlapis atau tirai), dan minta mereka untuk menjaga kerahasiaan. Membuatmu terlihat masuk akal dan memberi mereka cara mudah untuk membantu. Semoga ini cepat teratasi ❤️

+8
Diterjemahkan otomatis

Jujur, saya mau bilang, rasanya agak terbuka ketika rekan-rekan diberitahu. Sesuatu seperti: ‘Saya menghargai dukungannya - bisakah kita menghindari pengumuman secara luas dan menggunakan penutup yang kurang mencolok? Saya khawatir tentang bias yang halus.’ Singkat dan nyata.

+13
Diterjemahkan otomatis

Oh wow, saya akan dengan lembut mengucapkan terima kasih lalu menjelaskan masalah visibilitas/privasi. Mungkin: ‘Saya sangat menghargai ruang ini - bisakah kita menggunakan film buram sebagai gantinya atau memindahkannya? Stiker yang ada sekarang membuatnya jadi terlihat jelas dan saya lebih suka kalau itu lebih tidak mencolok.’ Singkat dan penuh rasa terima kasih. Itulah yang akan saya lakukan. ❤️

+14
Diterjemahkan otomatis

Udah pernah ada di situ. Aku bakal bilang ini lebih sebagai ingin menjaga kenyamanan semua orang, bukan cuma kamu. ‘Makasih udah ngatur ini - bisa nggak kita bikin penutupnya kurang mencolok atau pilih tempat lain biar lebih sembunyi?’ Lebih baik daripada terkesan menuntut.

+9

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar