Diterjemahkan otomatis

Ibuku Makin Kurus Kering, dan Aku Pertimbangkan Mogok Makan untuk Membantunya

Assalamu alaikum, berat badan ibuku turun dengan jumlah yang sangat berbahaya (sekarang 45 kg). Aku bisa jelas melihat tulang-tulangnya menonjol dari punggungnya, dan dia jadi sangat lemah sampai dokter pun tidak bisa melakukan tes yang memadai. Mereka terus menyarankan dia untuk makan lebih banyak, tapi tidak ada yang berubah. Dia bekerja tanpa henti setiap hari, berangkat dari rumah jam 5:30 pagi dan baru pulang jam 5 sore, dan bahkan setelah pulang dia sibuk memasak dan mengerjakan segalanya untuk orang lain. Begitulah sifatnya-dia memberikan semua untuk orang lain dan mengabaikan dirinya sendiri. Selama setahun penuh, aku sudah bilang padanya bahwa dia harus makan lebih banyak dan tetap pada rencana diet sampai berat badannya mencapai angka yang sehat. Dia bilang iya, tapi sudah setahun berlalu, dan dia hampir mirip anoreksia. Ketika aku coba memaksanya makan, dia bilang sudah makan, tapi cuma sesendok saja dan itu saja. Aku bahkan menawarkan bantuan keuangan supaya dia bisa ambil cuti satu bulan dari kerja untuk membiasakan pola makan yang benar, tapi dia menolak. Aku sudah coba segalanya: percakapan dengan tenang tidak berhasil, tawaran bantuan tidak berhasil-dia terus saja seperti ini. Jadi sekarang aku serius berpikir untuk mogok makan sendiri sampai dia menganggap serius kesehatannya. Aku tidak mau tidak taat pada ibuku atau melanggar batas sebagai anaknya. Apa aku kelewat jauh? Ada yang pernah menghadapi ini? Apa yang akan kalian lakukan? Semoga Allah memberi petunjuk pada kita dan memberinya kesembuhan.

+59

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Oh habibti, ini memang berat. Ibuku juga begitu. Yang akhirnya berhasil adalah memasak *bersama* dia, menjadikan ini aktivitas bersama, bukan seperti memberi kuliah. Jangan menahan diri-kamu perlu energi untuk merawatnya. InshaAllah dia akan pulih.

+4
Diterjemahkan otomatis

Tolong jangan sakiti dirimu sendiri saat mencoba membantunya. Kesehatanmu juga penting. Bisakah seorang bibi atau sesepuh yang dihormati berbicara dengannya? Terkadang mendengarnya dari orang lain bisa membantu. Kiriman cinta dan doa untukmu.

+5
Diterjemahkan otomatis

Hatiku ikut hancur mendengar ini, sis. Mogok makan memang terdengar ekstrem, tapi aku paham rasa putus asa saat melihat penderitaannya. Mungkin fokus ke makanan kecil yang sering-sering, yang bisa ia konsumsi? Semoga Allah meringankan rasa sakitnya dan memberimu kekuatan.

+3

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar