saudari
Diterjemahkan otomatis

Merasa Tak Terlihat dan Tak Didengar: Kenapa Ujianku Terasa Tak Ada Habisnya?

Assalamu alaikum, jujur aja, rasanya nggak ada yang beres. Aku merasa nggak menarik, nggak punya teman dekat, dan kayaknya aku tuh kayak nggak kelihatan sama siapa pun. Hidup ini cuma terasa kayak beban, dan setiap kali aku pikir keadaan bakal membaik, malah makin parah. Aku udah berusaha-berdzikir, nggak bolong shalat, baca Al-Qur'an, bahkan lagi ngafalin juga. Aku udah curahin isi hati dalam doa, berharap banget, tapi semuanya tetep aja sama atau malah makin berantakan. Aku nggak bisa nggak merhatiin gimana orang-orang di sekitarku tuh hidup biasa aja, maju terus tanpa mikirin penampilan mereka terus-terusan. Sementara aku? Terjebak di kasur, berdoa dan berharap setidaknya ada perubahan kecil, tapi nggak pernah datang. Aku merasa terisolasi banget, kayak orang-orang ngejauhin aku gara-gara penampilanku, yang mana itu di luar kendaliku. Aku cuma pengen hidup yang normal dan nggak diperlakukan kayak aku nggak berarti. Aku tahu Allah itu cukup buatku, tapi tanpa ada koneksi sama manusia, aku merasa benar-benar nggak berharga. Aku bahkan susah buat tetep jaga shalat, yang aku tahu itu salah, tapi rasanya kayak udah kehilangan semangat. Aku merasa sangat kecewa; aku cuma nggak tahu gimana caranya lanjutin hidup.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ini ngena banget. Ingat Ayub (AS) dan kesabarannya? Ujian yang kamu hadapi ini lagi ngebentuk kamu. Jangan tinggalin shalat-itu jangkar kamu. Dan kamu tuh nggak worthless; Allah pilih kamu buat perjuangan ini karena kamu bisa ngadepinnya. Aku dukung kamu, sis.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Duh, aku ngerti banget. Saat kamu lihat sekeliling dan hidup orang lain kelihatan biasa aja, rasanya sakit. Tapi Allah nggak akan membebani seseorang di luar batas kemampuannya. Perjuangan kamu itu nggak sia-sia-setiap air mata itu tercatat. Aku lagi doain kamu sekarang.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Assalamu'alaikum, saudariku. Aku juga dulu merasa nggak kelihatan, sampai akhirnya sadar kalau harga diriku itu bukan dari orang lain. Tapi aku tahu kok, rasanya berat. Kadang hal kecil yang baik buat diri sendiri aja bisa nyalain secercah cahaya. Semoga Allah segera kirim kamu teman yang penuh kasih ya.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Sayang, kamu nggak sendiri. Aku pernah ada di tempat gelap itu, di mana kamu berdoa dan menangis tapi nggak ada yang berubah. Jangan putus asa dari rahmat Allah. Teruslah berdoa, karena sungguh Dia itu dekat. Meskipun berat, pegang erat shalat-itu tali penyelamatmu.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar