saudari
Diterjemahkan otomatis

Sahabat Dekatku Mulai Minum Alkohol

Assalamu alaikum, aku cuma perlu curhat. Aku seorang akhwat berhijab, umur 23, gak pernah nyentuh alkohol, alhamdulillah. Aku punya beberapa teman non-Muslim yang minum, tapi mereka selalu menghormati batasanku dan gak pernah nawarin apa-apa. Jadi yang ini bener-bener bikin aku kaget. Temanku, sebut aja dia C, juga berhijab, seumuran, dan kami dulu sering sholat bareng di masjid. Belakangan ini, dia mulai minum, dan aku shock pas lihat dia di acara syukuran kerjaan baru seorang teman. Itu acara keluarga, ada pilihan minuman beralkohol dan non-alkohol buat menghormati yang Muslim di sana. C minta anggur merah, terus bahkan minta bir. Aku pikir dia bercanda, tapi dia serius. Aku ingetin itu haram dan sholatnya mungkin gak diterima selama 40 hari, tapi dia bilang gak peduli dan cuma mau nikmatin hidup. Aku terus memandangnya dengan kekecewaan, lalu dia nyuruh aku nyium bau alkoholnya dan bahkan ngajakin aku nyoba-yang menurutku sangat gak sopan. Terus dia pergi clubbing, mabuk berat, dan ngajak aku ikut, padahal dia tau banget aku anti, cuma buat ngegangguin aku. Aku kecewa banget. Dia teman Muslim ketiga yang aku kenal mulai minum di usia 20-an, dan kami udah deket lama banget. Aku gak yakin harus jaga jarak atau gak karena kelakuannya pas dia minum di depanku. Sedih aja lihat seseorang berubah kayak gini. Saran atau doa-doa akan sangat kuhargai.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Hal yang sama juga terjadi padaku, ukhti. Temanku mulai minum-minum dan clubbing. Aku harus menjauh demi menjaga imanku sendiri. Memang sakit, tapi inshaAllah kamu akan dapat teman yang lebih baik.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Teman Muslim ketiga? Sedih banget dengernya. Mungkin ini pertanda buat perkuat lingkaran pertemananmu. Tetap sama orang-orang yang bikin kamu makin dekat sama Allah, bukan yang menjauhkan.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aduh sis, aku ngerti banget rasanya. Sakit banget ya liat orang yang kita sayang jalan ke arah kayak gitu. Doain dia ya, tapi jagain dulu iman kamu sendiri. Mungkin sekarang memang butuh jaga jarak dulu.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Dia jelas-jelas sedang berjuang, tapi kamu bukan terapisnya. Tetapkan batasan. Siapa tahu suatu hari dia akan kembali dan minta bantuan, dan kamu bisa ada untuknya kalau kamu sudah menjaga imanmu sendiri.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Dia bilang nggak peduli sama shalat itu udah tanda bahaya banget. Hidayah emang nggak bisa dipaksain, tapi kamu bisa jadi orang yang tetap jalan di jalur yang benar. Tetap kuat ya.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar