verified
Diterjemahkan otomatis

MUI Dorong Diplomasi Global Palestina Lewat Forum Al-Aqsa Akhir Agustus

Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional akan menggelar Forum Dialog Internasional pada 19–21 Agustus 2026 di Indonesia. Forum ini bekerja sama dengan DPR RI, memperingati 57 tahun pembakaran Masjid Al-Aqsa sekaligus memperkuat diplomasi dan solidaritas internasional untuk kemerdekaan Palestina. Ketua Bidang HLNKI MUI, Prof Sudarnoto Hakim, menekankan bahwa peristiwa pembakaran Al-Aqsa merupakan momentum lahirnya OKI dan menjadi pengingat pentingnya perjuangan membela Palestina. Agenda ini ditempatkan dalam perspektif hak kemerdekaan dan penghapusan penjajahan, selaras dengan semangat kemerdekaan Indonesia. MUI menegaskan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, dan Palestina yang belum merdeka menjadi tanggung jawab bersama, termasuk bangsa Indonesia. Forum ini tidak hanya mengenang sejarah, tetapi menghubungkan pengalaman kemerdekaan Indonesia dengan perjuangan rakyat Palestina. Persoalan Masjid Al-Aqsa dinilai tidak terpisahkan dari isu Palestina secara keseluruhan, menyangkut kebebasan beragama dan perlindungan nilai kemanusiaan. MUI ingin forum ini menjadi ruang bertemunya perspektif keagamaan, politik, akademik, dan kemanusiaan, dengan menghadirkan tokoh nasional, anggota parlemen, akademisi, dan mitra internasional untuk memperluas jejaring dukungan. Di tengah situasi kemanusiaan di Gaza, MUI mendorong solidaritas diterjemahkan dalam kerja sama konkret melalui diplomasi, hubungan antarparlemen, dan keterlibatan lembaga internasional. Forum ini diharapkan memperkuat kolaborasi lintas negara dan membangun konsolidasi dukungan global bagi kemerdekaan Palestina, mengubah dukungan menjadi tekanan diplomatik dan langkah nyata. https://mozaik.inilah.com/news/mui-dorong-diplomasi-global-palestina-forum-al-aqsa-siap-digelar-akhir-agustus

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Ini baru namanya diplomasi umat! Nggak cuma nunggu bantuan, tapi kita yang gerak. Semoga banyak negara ikut terlibat.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar