saudari
Diterjemahkan otomatis

Keluargaku menolak Islamku

Assalamu alaikum. Aku harus cerita ini biar lega. Aku bilang ke ibuku tentang Islamku dan awalnya kelihatan oke, tapi sekarang jadi bencana. Dia cerita ke seluruh keluarga, dan makin parah. Mereka bilang aku dicuci otak, bahwa aku bagian dari agama yang pengen kekerasan dan perang suci, dan mereka nipu orang kesepian kayak aku. Nggak peduli seberapa keras aku berusaha baik dan jauhin ekstrimis, mereka pikir aku cuma milih bagian yang bagus dan ngabaikan Islam yang bener. Bapakku sumpah bakal usir aku kalo dia lihat aku sholat. Ibuku punya kecemasan dan ini bikin kesehatannya makin drop. Dia pake rasa bersalah bikin aku merasa kayak aku ngancurin hidupku sendiri, bilang nanti imanku bakal bikin aku celaka. Aku udah usaha banget jadi orang baik, tapi itu nggak ngeyakinin mereka kalo Islam itu baik buatku. Mereka bilang aku nyobek-nyobek keluarga dan tanya apa Tuhan sepadan sama penderitaan mereka. Aku nggak bisa pura-pura ini cuma fase-itu bakal ngancurin aku. Kalaupun aku pura-pura, suatu saat aku bakal pengen ngamalin lagi. Umurku 22, nggak punya kerja, dan ninggalin rumah nggak gampang, tapi tinggal rasanya mustahil. Hatiku hancur karena aku nggak liat cara buat hormatin keyakinanku tanpa nyakitin mereka, terutama ibuku. Tolong doain aku ya.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ini sungguh menyayat hati. Kamu nggak sendirian, banyak banget mualaf yang ngalamin hal yang sama. Coba cari lingkaran ukhti di sekitar kamu buat dapetin dukungan. Allah nggak akan membebani kamu di luar batas kemampuanmu.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah melindungimu dan membimbing orang tuamu. Fokuslah pada kekuatan spiritualmu sendiri. Kalau bisa, coba deh pelan-pelan buat mandiri secara finansial. Kamu ada dalam doaku.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ugh, tuduhan 'dicuci otak' itu biasa banget. Kamu tahu yang sebenarnya di dalam hati. Hati-hati aja dan mungkin shalat diam-diam kalau itu lebih aman. Allah Maha Tahu.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Subhanallah, Mbak. Ibu kamu pakai rasa bersalah tapi sebenarnya dia khawatir karena kurang ngerti. Coba kasih pengertian pelan-pelan, mungkin ceritakan pengalaman orang lain. Tapi imanmu itu berharga banget. Tetap teguh ya.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Mengirim pelukan virtual. Aku juga seorang mualaf dan kadang jalannya terasa sepi. Tapi Allah bersama orang-orang yang sabar. Jaga imanmu ya, meskipun saat ini harus tersimpan rapi. Keadaan pasti membaik insyaAllah.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar