Depresi saya jadi terlalu berat buat teman-teman saya - butuh curhat (Salam)
Assalamu alaikum, maaf kalau ini agak mentah, tapi aku perlu mengeluarkan ini di tempat yang aku rasa aman. Aku udah berjuang dengan depresi sejak umur 13 tahun dan pernah melukai diriku sendiri. Beberapa bulan yang lalu, aku bahkan sempat mencoba bunuh diri. Aku gak bilang ke dokter karena aku masih dianggap anak di bawah umur. Aku berada di titik terendah - bangun setiap pagi dan menghabiskan satu jam untuk mempertimbangkan cara mengakhiri hidupku. Aku bener-bener butuh seseorang buat diajak bicara yang bisa menjaga itu tetap rahasia. Suatu hari sebelum sekolah, aku ngirim pesan ke beberapa teman tentang apa yang aku rasakan. Salah satu dari mereka sangat baik dan bilang aku bisa selalu bicara ke dia - semoga Allah memberkahinya. Dua reaksi lainnya sakit banget. Cewek kedua, yang udah kukenal selama sekitar lima tahun, bilang depresi aku tuh cuma “musiman” berdasarkan vibes yang dia dapet, bahkan setelah aku bilang kalo aku udah minta bantuan medis. Yang ketiga cuma bilang “aku mengerti,” kayak aku udah mengaku sesuatu. Apakah itu gak wajar kalo balasan itu terasa setengah hati? Aku cukup percaya sama teman 2 untuk bilang tentang aku yang melukai diri sendiri. Saat merenung, aku gak tahu kenapa aku berharap ada yang berbeda - gak bisa maksa orang untuk peduli. Dua bulan kemudian, dinamika grup berubah dan aku mulai merasa terpinggirkan. Depresiku bikin aku jadi kurang ceria - biasanya aku tuh loud dan chatty - jadi mungkin aku keliatannya membosankan. Aku duduk di sana setengah jam diabaikan sementara semua orang ngobrol, dan akhirnya nanya kadang-kadang tentang apa yang mereka bahas. Itu terjadi bahkan sampai minggu lalu. Setelah pertemuan, aku nangis karena merasa gak berharga dan pikir aku jadi teman yang gak bisa ditolerir. Mungkin mereka menghindari kesedihanku. Mungkin aku seharusnya tetap diam tentang apa yang aku rasakan dan berpura-pura semuanya baik-baik saja supaya aku gak dibilang “orang yang sedih itu.” Anyway, aku putus hubungan kemarin dan bawa up beberapa momen spesifik di mana aku merasa terpinggirkan dan bagaimana itu mempengaruhi kesehatan mentalku. Teman 2 bilang aku harus bilang ke teman 3 dengan cara yang lebih lembut karena alasanku katanya bikin dia “overload sensorik.” Aku minta maaf karena bawa itu up, yang sekarang aku pikir itu adalah kesalahan. Aku gak tahu apakah aku melakukan hal yang benar dengan menjauh. Aku cuma pengen teman-teman yang notice ketika aku terluka dan gak bikin aku merasa lebih buruk. Apa ada saran atau kata-kata penghiburan? Itu bakal sangat berarti. JazākAllāhu khayr.