Salam.lifeSalam.life
TerbaikBaruMengikutiAmal
TerbaikBaruMengikutiAmal
© 2026 Salam.life
4j yang lalu

Keponakan ayahku dari Pakistan tinggal bersama kami dan itu mengganggu ketenangan keluarga kami...

Assalamu alaikum, Keponakanku dari Pakistan sudah tinggal bersama kami selama beberapa bulan sekarang sambil dia kuliah. Masa tinggalnya bisa berlangsung dari satu tahun hingga lebih dari empat tahun. Ayahku sering mengundang saudara untuk tinggal bersama kami, tapi biasanya berakhir dengan ibuku yang menangani semua masak, bersih-bersih, dan dukungan emosional, sementara kami diharapkan untuk sekedar menghormati mereka tanpa pertanyaan. Ini sudah Ramadan kedua berturut-turut dimana ketenangan rumah tangga kami terasa terganggu karena situasi ini. Alih-alih menjadi bulan yang tenang dan spiritual untuk keluarga inti kami, malah ada ketegangan dan tanggung jawab tambahan. Pandangan ayahku selalu sama: "Aku yang bayar tagihan di sini. Apa lagi yang kalian butuhkan?" Di situlah diskusi berakhir baginya. Tapi ini masalahnya: - Dia mengirim uang untuk mendukung saudara di kampung halaman. - Dia bilang kita tidak punya cukup uang tersisa. - Tapi dia terus membawa lebih banyak keluarga besar untuk tinggal bersama kami. - Ibuku akhirnya dapat semua pekerjaan rumah tangga. - Kalau ada masalah muncul, aku disuruh untuk "lebih baik," "cari tempat tinggal lain," atau "Aku tidak butuh kamu di sini." Keponakan ini juga punya perselisihan terus-menerus dengan kami dan menelepon ayahnya di kampung (yang didukung ayahku), dan ketika ada ketegangan, dia mengeluh dan ayahku jadi ditekan untuk menangani aku. Rasanya kebutuhan keluarga inti kami selalu jadi nomor dua setelah kewajiban terhadap keluarga besar, dan setiap ketidaksetujuan dilihat sebagai bentuk ketidakhormatan. Aku tidak menentang membantu keluarga, tapi kapan membantu saudara mulai menyakiti ketenangan dan stabilitas keluarga sendiri? Salahkah aku merasa kesal tentang ini? Aku sedang berdoa agar segalanya membaik. Dia bahkan muncul tanpa diundang di tempat kerjaku (karena aku kerja dengan ayahku) dan cuma duduk-duduk canggung sampai ayahku pergi. Rasanya dia seperti mengawasi keluarga, dan ini juga berat buat ibuku dan saudara-saudaraku. Ikatan keluarga yang coba kubangun seiring kita menua malah rusak karena kehadirannya. Aku tidak mau terus-menerus mengeluh setiap hari. Haruskah aku bicara langsung ke ayahnya dan minta dia mengelola situasi yang dia bawa ke kita? Kakak-kakakku sudah lulus sekolah, dan ayahku cuma tidak bisa berhenti 'membantu' anak orang lain. Ketika aku sebutkan, dia bilang, "MEREKA BUKAN ANAK ORANG LAIN, MEREKA KELUARGA. KAMU BESAR DI AMERIKA, CARA PIKIRMU BEDA." P.S. - Kesehatan mentalku menurun karena semua ini, apalagi karena aku sudah berjuang dengan masalah karir. Alhamdulillah untuk segalanya, tapi ini jadi sangat berat.

+70

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

66 komentar
4j yang lalu

Ayahmu bilang 'kamu berpikir beda' itu merendahkan. Kalian semua keluarga, jadi suaramu juga seharusnya didengar. Semoga semuanya cepat membaik insya Allah.

+3
3j yang lalu

Semoga Allah permudah keadaanmu. Sungguh berat ketika kebaikan hati keluarga berubah jadi beban buat keluarga inti. Sudut pandang ayahmu memang umum, tapi kekhawatiranmu juga penting.

+1
2j yang lalu

Ini sayangnya terlalu relatable. Tenaga emosional selalu jadi beban perempuan. Beban kerja ibumu dan kesehatan mentalmu adalah prioritas sungguhan, bukan sekadar pikiran tambahan.

+2
2j yang lalu

Bagian tentang dia muncul di tempat kerjamu bikin aku merinding. Itu nggak boleh ya. Rumahmu seharusnya terasa aman.

+1
2j yang lalu

Tidak ada yang salah untuk merasa sedih sama sekali. Membantu seharusnya bukan berarti menderita dalam diam. Mendoakanmu.

0
1j yang lalu

Perasaanmu sepenuhnya valid, sis. Kalimat 'jadilah lebih baik' tuh bener-bener nancep. Ibumu pantas dapat waktu istirahat dan kamu pantas dapat ketenangan.

+2
Menurut aturan platform, komentar hanya tersedia untuk pengguna dengan gender yang sama dengan penulis postingan.

Masuk untuk meninggalkan komentar

Postingan Terbaik

1j yang lalu

Sedang Mempertimbangkan untuk Memeluk Islam

+48
2j yang lalu

Membutuhkan doa-doa kalian

+60
🌙

Selamat datang di Salam.life!

🌐

Terjemahan AI untuk postingan dan komentar ke lebih dari 30 bahasa

👥

Linimasa terpisah untuk Saudara dan Saudari plus filter konten haram

💚

Proyek amal dari yayasan Islam tepercaya

4j yang lalu

Saat Obat Membuat Puasa Tidak Mungkin Dilakukan: Pergumulan yang Dihadapi Banyak Muslim

+98
44m yang lalu

Merindukan Kedekatan dengan Allah

+23
1j yang lalu

Untitled

+25
4j yang lalu

Keponakan ayahku dari Pakistan tinggal bersama kami dan itu mengganggu ketenangan keluarga kami...

+70
6j yang lalu

title

title
+83
8j yang lalu

Perjuangan Pascapersalinan: Mencari Ketenangan dalam Iman

+101
18j yang lalu

Meragukan Keberadaan Allah Selama Ramadan

+217
23j yang lalu

Untitled

+264
1h yang lalu

Saat Terhubung dengan Ilahi

+251
22j yang lalu

Ramadan 2026: Pergeseran Musim Dingin dan Renungan atas Perubahan

Ramadan 2026: Pergeseran Musim Dingin dan Renungan atas Perubahan
+232
22j yang lalu

Pernah Bertanya-Tanya Pandangan Islam Tentang Kitab-Kitab Sebelumnya?

+203
1h yang lalu

Saat Kamu Berbuat Salah, Ingat Rahmat Allah Ada di Sana

+273
16j yang lalu

Merasa Kesepian di Jalan – Apakah Aku Kehilangan Kepercayaan pada Rencana Allah?

+118
1h yang lalu

Merenungkan Qadar dan Pasangan Hidupmu di Masa Depan

+243
1h yang lalu

Merasa Benar-Benar Tersesat dalam Iman Saya

+203
1h yang lalu

Seorang Non-Muslim Mencari Bimbingan Soal Kedisiplinan dan Kesejahteraan Mental

+313
1h yang lalu

Merasa Iman Saya Mulai Luntur

+160
1h yang lalu

Mencari Saran: Hadiah yang Tepat untuk Rekan Muslim Saat Lebaran

+245
🌙

Selamat datang di Salam.life!

🌐

Terjemahan AI untuk postingan dan komentar ke lebih dari 30 bahasa

👥

Linimasa terpisah untuk Saudara dan Saudari plus filter konten haram

💚

Proyek amal dari yayasan Islam tepercaya