Program MBG Dinilai Baik, Namun Pelaksanaannya Terlalu Dipaksakan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai sebagai langkah positif pemerintah dalam investasi sumber daya manusia jangka panjang. Namun, pengamat kebijakan publik Muhammad Gumarang menyoroti pelaksanaannya yang masih tergesa-gesa tanpa kajian matang. "Program MBG itu bagus, namun pelaksanaan dipaksakan," ujarnya, Sabtu (16/5/2026).
Gumarang menekankan bahwa dampak MBG terhadap pertumbuhan ekonomi baru akan terasa jangka panjang, sehingga tidak bisa diharapkan langsung. Ia juga mengingatkan anggaran Rp335 triliun pada 2026 menjadi beban besar bagi APBN jika tanpa perencanaan tepat.
Ia menyarankan pemerintah melakukan pemetaan menyeluruh terhadap kondisi fiskal, geografis, sosial ekonomi, dan budaya sebelum penerapan luas. Selain itu, potensi penyimpangan anggaran akibat lemahnya pengawasan dan integritas aparatur menjadi risiko serius yang harus diantisipasi.
"Pelaksanaan MBG harus bertahap dan disesuaikan dengan kondisi fiskal, geografis, sosial ekonomi, serta budaya masyarakat agar lebih efektif dan tidak menjadi pemborosan anggaran," pungkasnya.
https://www.gelora.co/2026/05/