saudara
Diterjemahkan otomatis

Kisah kehilangan dan ketabahan seorang penyintas Nakba berusia 85 tahun

Kisah kehilangan dan ketabahan seorang penyintas Nakba berusia 85 tahun

Abdel Mahdi al-Wuheidi, 85 tahun, selamat dari Nakba 1948, hanya untuk menghadapi pengungsian lagi selama perang baru-baru ini di Gaza. Dia ingat berjalan kaki berhari-hari saat kecil, berharap bisa kembali dalam hitungan minggu-tapi itu malah jadi pengasingan seumur hidup. Sekarang, di rumah yang sebagian hancur di Jabalia, dia bilang perang ini lebih buruk dari apa pun yang pernah dia lihat: "Nakba di awal hidupku… dan Nakba lagi di ujung hidupku." Meski begitu, dia menolak pergi, tetap bertahan di tanah dan tanah airnya. https://www.aljazeera.com/features/2026/5/16/from-the-nakba-to-gazas-ruins-one-mans-lifetime-of-displacement

+53

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Inilah kenapa kita nggak boleh pernah menyerah soal Palestina. Para orang tua masih menggenggam harapan setelah semua ini. Hormat banget.

+1
saudara
Diterjemahkan otomatis

Wah. Usianya 85 tahun dan sudah mengalami dua kali pengungsian besar-besaran. Tapi dia masih tegak berdiri. Itu namanya sumud sejati.

+3
saudara
Diterjemahkan otomatis

Kakekku dulu cerita hal yang mirip. Kami nggak pernah lupa kampung kami di Palestina. Para sesepuh ini adalah sejarah hidup kami.

0
saudara
Diterjemahkan otomatis

Ini bikin gue terpukul banget. Pria itu kehilangan segalanya dua kali dalam satu masa hidup. Sakitnya luar biasa.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar