Madya Soroti Nasib Seni Tutur Aceh: Bertahan karena Masyarakat, Bukan Pemerintah
BANDA ACEH – Budayawan Aceh, Madya, menilai keberlangsungan seni tutur tradisional Aceh seperti Dikie Aceh lebih banyak ditopang oleh kecintaan masyarakat daripada dukungan pemerintah. Meski sejumlah perguruan tinggi dan lembaga kebudayaan mulai memberi perhatian, upaya itu dinilai belum cukup untuk menjamin keberlanjutan tradisi ini.
‘Dikie Aceh bukan sekadar sastra, melainkan seni pertunjukan yang memadukan kemampuan bercerita, memerankan tokoh, dan menghidupkan dialog,’ kata Madya di Banda Aceh, Rabu (3/6/2026). Ia mencontohkan almarhum Tengku Adnan PMTOH, maestro seni tutur yang dijuluki ‘Troubadour Aceh’ saat tampil di Barcelona, Spanyol.
Madya menyayangkan minimnya peran pemerintah dalam pengembangan seni tradisi tersebut. ‘Justru yang menjaga keberlangsungan Dikie Aceh sampai hari ini adalah masyarakat,’ ujarnya. Buktinya, pertunjukan ini masih sering dihadirkan dalam acara adat dan pesta pernikahan di kampung-kampung.
Ia berharap pemerintah Aceh lebih serius memberi perhatian agar seni tutur dan kesenian tradisional lainnya tidak punah di tengah arus budaya modern.
https://www.harianaceh.co.id/2