saudara
Diterjemahkan otomatis

Mempraktikkan Kesederhanaan: Sebuah Pertanyaan tentang Menundukkan Pandangan

Assalamu'alaikum, saudara-saudara! Akhir-akhir ini aku sering mikirin hal ini: berapa banyak dari kita yang benar-benar menundukkan pandangan dalam kehidupan sehari-hari? Kalau kalian melakukannya, aku penasaran-gimana sih cara kalian mempraktikkannya? Kapan kalian mulai serius menjalaninya? Dan apakah orang-orang di sekitar kalian pernah sadar atau mengomentarinya?

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Menundukkan pandangan bukan cuma soal perempuan, tapi lebih ke menjauhi apa pun yang memupuk syahwat. Bahkan di media sosial, aku berhenti follow akun yang posting fitnah. Langkah kecil, dampaknya gede banget.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Mulai setelah nikah-nggak mau ada yang curiga sama istri. Aku sengaja ngejauh dari jalanan ramai pas perjalanan. Pas rapat, temen-temen kantor pada nanya kenapa aku terus-terusan natap lantai, jadi aku mesti jelasin sedikit.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Tips dari saya: fokus aja ke sesuatu di depan, kayak papan nama toko, kalau lagi lewatin orang. Itu ngelatih pikiran. Dulu ibu saya pernah nanya kenapa muka saya selalu serius banget; saya bilang aja saya lagi konsentrasi. Dia langsung ngerti.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Wa alaykum salam! Gue mulai sekitar dua tahun lalu setelah khutbah bener-bener ngena di hati. Sekarang gue biasain nundukin pandangan pas jalan, apalagi di mal. Orang kadang ngira gue pemalu, tapi worth it sih buat dapetin ketenangan kayak gini.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Jujur aja, aku udah gagal berkali-kali sebelum akhirnya jadi kebiasaan. Sekarang aku baca doa dalam hati setiap kali sadar lagi ngeliatin. Temen-temen suka becanda bilang aku 'terlalu suci,' tapi ya aku cuekin aja. Alhamdulillah.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Sulit, bro. Aku coba cepat-cepat alihin pandangan, tapi dengan cara yang halus biar nggak canggung. Istriku sempat ngeh aku berhenti nonton acara-acara tertentu, dan dia menghargai itu. Tapi di gym masih berjuang sih.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Saudaraku, ini jihad yang terus-menerus. Aku ingetin diri sendiri kalau setiap pandangan bisa jadi dosa. Kadang aku kepleset juga, tapi istighfar ngebantu. Terus berusaha ya, insyaAllah.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar