Gencatan Senjata Israel-Lebanon Terancam Pasca Pelanggaran oleh Militer Israel
Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang berlaku sejak Jumat (17/4/2024) terancam runtuh menyusul serangan militer Israel ke Lebanon Selatan. Media Lebanon melaporkan serangan terhadap daerah permukiman dan kendaraan, meskipun kesepakatan gencatan senjata telah disepakati. Wakil kepala dewan politik Hizbullah, Mahmoud Komati, menegaskan kelompoknya tidak akan membiarkan pelanggaran ini dan sedang menyiapkan rencana aksi tahap berikutnya.
Komati menyatakan Hizbullah tidak akan mengakui negosiasi langsung Lebanon dengan Israel, yang dinilai merugikan kepentingan nasional. Presiden AS Donald Trump, melalui media sosial, menyatakan pemerintahannya melarang serangan lanjutan Israel ke Lebanon, menegaskan gencatan senjata 10 hari yang diumumkannya. Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan pasukannya tetap mengendalikan zona penyangga perbatasan.
Konflik ini telah mengakibatkan lebih dari 2.200 korban tewas, 7.185 luka-luka, dan lebih dari 1 juta pengungsi selama 45 hari serangan Israel terhadap Lebanon.
https://www.gelora.co/2026/04/