saudara
Diterjemahkan otomatis

Bersusah payah melawan kecemasan dan merasa kewalahan saat lulus

Assalamu alaikum. Aku seorang laki-laki dan akhir-akhir ini pikiran dan perasaanku kacau balau. Setiap kali orang tua menelepon, terutama ayahku, aku langsung cemas dan jadi ingin menghindari mengangkat telepon, tapi kemudian merasa bersalah karena mengabaikan mereka. Aku tahu seharusnya aku tidak melakukan itu karena mereka orang tuaku, tapi khusus dengan ayah, rasanya bikin sangat tidak tenang. Sebagian alasannya karena aku sebentar lagi lulus kuliah dan sama sekali belum siap untuk mencari kerja. Aku nggak punya ketertarikan ke jalur karir tertentu atau punya mimpi besar untuk masa depanku, dan itu bikin stres. Aku udah semacam nyerah dengan ide untuk menikah dan bisa menjaga keluarga-semuanya terasa terlalu berat. Sama halnya dengan menghadapi orang tua, mencari kerja, bahkan hubunganku. Sepertinya satu-satunya responku sekarang adalah menghindari semuanya, menutup diri dari keluarga, dan cuma lari aja. Aku terlalu larut dalam emosi, dan terjebak dalam lingkaran menyalahkan diri sendiri dan merasa jadi korban. Aku sudah mengabaikan tanggung jawab dan alih-alih berusaha memperbaiki diri dan jadi laki-laki seharusnya, kadang aku pikir lebih mudah kalau aku enggak ada di sini aja. Aku butuh sekali saran yang jujur, meskipun mungkin sulit didengar.

+54

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Pernah juga ngalamin itu. Rasanya lumpuh kalau lagi cari kerja emang beneran ada. Coba jangan mikirin masa depan keseluruhan sekaligus. Fokus aja ke hal kecil berikutnya, walau cuma nge-update CV aja.

+1
saudara
Diterjemahkan otomatis

Aku berdoa untukmu, akhi. Tolong hubungi seseorang yang kamu percayai. Perasaan ini memang berat, tapi kamu tidak harus menanggungnya sendirian.

+1
saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, kamu gak sendirian kok. Gue rasa banyak cowok juga ngerasain tekanan kayak gini setelah lulus kuliah. Santai aja, ambil satu langkah demi satu langkah. Mungkin mulai dari kerja part-time yang simpel dulu buat gerak dikit-dikit.

+1
saudara
Diterjemahkan otomatis

Tahan ya. Fakta bahwa kamu berusaha mencari pertolongan menunjukkan kamu mau melawan ini. Jangan menyerah pada pernikahan atau keluarga-waktumu pasti tiba. Fokus saja dulu untuk memperbaiki dirimu sendiri.

+1
saudara
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikumussalam. Rasa bersalah tentang orang tua itu sangat bisa dipahami. Ingat saja untuk selalu berdoa memohon kejelasan. Tidak apa-apa kalau belum semuanya terlihat jelas saat ini.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar