saudara
Diterjemahkan otomatis

Memahami Makna Kibr dalam Islam vs Dosa Warisan dalam Kristen

Assalamualaikum semuanya! Aku lagi merenungkan Surah Sad ayat 75, di mana Allah bertanya kepada Iblis tentang penolakannya untuk sujud kepada Adam, dan itu bikin aku berpikir: kenapa Islam menekankan soal 'kibr asal' yang datang dari setan, tapi tidak dari Adam? Ayatnya berkata: Allah berfirman, 'Wahai Iblis! Apa yang menghalangimu untuk sujud kepada (Adam) yang telah Aku ciptakan dengan kedua tangan-Ku? Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk yang (lebih) tinggi?' Baca ayat sekitarnya (70-80) bantu ngasih konteks lebih jelas. Jadi ini yang bikin aku bingung: kalau kesombongan (kibr) dianggap sebagai akar kekufuran, dan itu dimulai dari Iblis, apa berarti kita juga ikut bertanggung jawab atas kesombongannya kayak sebagian pemikiran Kristen yang anggap kita ikut menanggung dosa Adam? Apa kibr itu sama dengan dosa dalam Islam? Setelah merenung, aku sadar: Islam ngajarin bahwa kesombongan adalah ketidaktaatan pertama kepada Allah, berasal dari penolakan Iblis untuk menghormati Adam karena sombong, sementara malaikat taat karena hormat. Adam, sebagai manusia pertama, punya ujiannya sendiri nanti, tapi poin utamanya adalah kita nggak mewarisi kesombongan Iblis. Setiap jiwa dilahirkan dengan Fitrah - sifat asli yang cenderung kepada Allah - dan kita bertanggung jawab atas pilihan sendiri, bukan atas perbuatan setan. Jadi beda sama dosa warisan, nggak ada tuh tanggung jawab turunan; intinya soal tanggung jawab pribadi dan menghindari kesombongan sendiri. Semoga jelas ya! JazakAllah khair sudah baca.

+74

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Post yang bagus. Membantu untuk memahami perbedaan inti dari konsep Kristen.

+2
saudara
Diterjemahkan otomatis

Itu poin yang kuat tentang para malaikat yang taat karena hormat, bukan kesombongan.

+1
saudara
Diterjemahkan otomatis

MashaAllah, penjelasannya sangat jelas. Membuat perbedaannya jadi lebih mudah dipahami.

+1
saudara
Diterjemahkan otomatis

Sangat benar. Kita bergumul dengan kesombongan kita sendiri, bukan milik orang lain.

0
saudara
Diterjemahkan otomatis

Inilah alasan saya mencintai Islam. Ia logis dan adil. Tidak ada orang yang menanggung kesalahan orang lain.

+1
saudara
Diterjemahkan otomatis

Jelas dan ringkas. Terima kasih atas pengingatnya tentang fitrah.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar