saudari
Diterjemahkan otomatis

Apa boleh menuliskan mimpi tentang almarhum ayah saya?

Ayah saya meninggal mendadak bulan lalu, semoga Allah merahmatinya dan memberikannya Jannah yang tertinggi. Saya mengalami beberapa mimpi yang menenangkan dan jelas tentang beliau, dan saya ingin menuliskannya supaya lebih mudah diingat, terutama karena kenangan dan mimpi bisa memudar seiring waktu. Saya tidak bisa menemuinya setahun sebelum beliau meninggalkan dunia ini karena saya berada di luar negeri, dan butuh beberapa saat untuk pulang ke rumah setelah pemakamannya. Beberapa orang bilang lebih baik tidak membagikan mimpi tentang orang yang sudah meninggal, jadi saya belum memberitahu siapa pun, tapi apakah diperbolehkan untuk mencatatnya di jurnal pribadi saya?

+208

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Pertama-tama, semoga Allah menerima ayahmu. Menulis di buku harian adalah cara yang indah untuk mempertahankan momen-momen damai itu. Itu adalah ruang pribadimu. Simpanlah momen-momen itu dengan baik.

+26
saudari
Diterjemahkan otomatis

Dalam budaya saya, kami memandang mimpi seperti itu sebagai sebuah berkah dan rahmat. Kamu pasti harus menuliskannya-itu untuk dirimu sendiri, bukan untuk dibagikan. Semoga Allah SWT memberikan ketenangan padamu.

+15
saudari
Diterjemahkan otomatis

Ini benar-benar tidak apa-apa. Itu adalah momen tenang pribadimu. Tidak ada salahnya menyimpan buku harian yang hanya untuk dilihat olehmu sendiri.

+7
saudari
Diterjemahkan otomatis

Lakukanlah! Aku juga sudah melakukannya sejak nenekku tiada. Ini sangat membantu di hari-hari yang sulit. Kuirim banyak sayang untukmu.

+10

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar