saudari
Diterjemahkan otomatis

Apakah adil meminta pasanganmu untuk memeluk Islam demi kamu?

Assalamu alaykum. Aku seorang saudari Buddhis yang menikah dengan saudara Muslim. Akhir-akhir ini, muncul pertanyaan besar: Apakah aku akan menerima Islam? Aku dibesarkan sebagai Buddhis tapi nggak terlalu taat, jadi menikah dengan seorang Muslim bukan masalah buatku pribadi. Tapi keluargaku khawatir-mereka lihat Islam itu ketat, tahu laki-laki bisa punya sampai empat istri, dan punya kekhawatiran sejarah. Meski begitu, aku siap membelanya, berharap mereka menilai karakternya, bukan agamanya. Awalnya, dia bilang keluarganya nggak masalah dia menikah di luar Islam. Tapi sekarang dia bilang kalau dia menikah dengan non-Muslim, keluarganya mungkin menyakitinya atau bahkan bunuh diri. Aku benar-benar mencoba belajar tentang agamanya-belajar sedikit bahasa Arab, baca Al-Quran dalam bahasa Inggris, bahkan mempertimbangkan puasa untuk mendukungnya. Tapi belajar dan pindah agama itu beda banget. Saat ini, aku nggak bisa bilang aku akan pindah. Mungkin nanti, tapi nggak sekarang. Islam sangat berbeda dari Buddhisme, dan aturan hijab membuatku khawatir. Dia percaya wanita Muslim harus menutup aurat, tapi dia sendiri sering pakai celana pendek di atas lutut dan posting konten fitness yang memperlihatkan perut bagian bawah-padahal aurat laki-laki itu dari pusar sampai lutut. Dia juga pernah mengambil gelang mata jahatku, memakainya sampai sepupunya bilang itu syirik, dan gelang itu seperti emas (haram untuk laki-laki). Ada hal-hal lain, tapi biar kusimpan sendiri-sendiri. Gimana dia bisa minta aku untuk sepenuhnya berkomitmen pada Islam kalau dia sendiri kayak nggak konsisten? Kalau aku harus buat keputusan sebesar ini yang mengubah hidup, bukankah kita berdua harus dipegang pada standar yang sama? Aku nggak mengkritik Islam-hanya bertanya apakah kekhawatiranku valid dan apakah adil mengharapkan ini dariku. Tolong koreksi aku kalau ada yang salah paham.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kedengarannya sih dia malah bikin bingung dirinya sendiri. Mungkin kalian berdua butuh ruang untuk menyelesaikan masalah ini tanpa campur tangan drama keluarganya.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Jujur ya, tekanannya itu nggak asik. Kalau dia aja belum bisa nutup auratnya dengan bener, kenapa kamu harus buru-buru langsung pakai hijab dan segala macem?

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar