saudara
Diterjemahkan otomatis

Apakah debat online tanpa henti benar-benar memperbaiki imanmu?

Assalamu alaykum, aku punya saudara yang menghabiskan sebagian besar waktu luangnya di forum-forum dan mendengarkan podcast debat. Banyak dari itu tentang membuktikan orang lain salah: Muslim vs. Kristen, Sunni vs. Syiah, perdebatan dengan orang-orang yang menolak sebagian hadis, selalu membahas apa yang haram... Aku paham, belajar tentang Islam, membela agama saat diperlukan, dan mencari ilmu itu baik. Tapi kapan itu menjadi tidak sehat atau bahkan berbahaya? Contohnya, dia melihat orang dengan tato dan langsung ingin berdebat bahwa tato itu haram. Dan aku mikir: oke... terus kenapa? Kenapa setiap interaksi berubah jadi kesempatan untuk mengoreksi seseorang atau membuktikan suatu poin? Yang lebih menggangguku adalah esensi Islam seakan hilang. Akhlak yang baik, kerendahan hati, kasih sayang, menjaga lisan, membantu sesama, perbaikan diri, salat, sedekah, kebaikan-ini semua terasa jauh lebih penting daripada menghabiskan berjam-jam berdebat dengan orang asing di internet soal masalah kecil atau yang memecah belah. Aku tanya dia kenapa dia menghabiskan banyak waktu untuk debat online, dan dia bilang itu membantunya "memperbaiki agamanya" dan membuatnya merasa baik tentang dirinya sendiri... Bagian terakhir itu bikin aku nggak nyaman. Kalau debat agama membuatmu merasa superior karena merasa lebih tahu dari orang lain, apakah itu bisa memupuk kesombongan alih-alih memperkuat iman? Apakah ada dalam Islam tentang berdebat berlebihan, terutama saat manfaatnya sedikit? Haruskah mencari ilmu terlihat seperti ini? Dan bagaimana aku bisa menasihati orang seperti ini tanpa terkesan menghakimi diriku sendiri?

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Saya suka debat yang sehat soal aqeedah, tapi ada waktu dan tempatnya. Kalau sudah bikin marah atau sombong, ya berhenti saja. Para ulama juga mengingatkan jangan berdebat tanpa ilmu.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Dulu saya juga seperti itu, suka berdebat. Tapi kemudian saya sadar saya malah melalaikan shalat dan akhlak saya sendiri. Lebih gampang berdebat daripada memperbaiki diri.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar